Wisata Majene

Kapan Bukit Sigitung Majene Dibuka untuk Wisata? Sempat Viral Karena Keindahannya

Bukit Sigitung yang berada di Kelurah Baruga Dhua, Kecamatan Banggae Timur ini masih ditutup dari aktivitas wisata.

Editor: Munawwarah Ahmad
Tangkapan layar
Parkiran motor - Sejumlah motor terparkir di Bukit Sigitung, Kelurahan Baruga Dhua, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulbar. Lurah setempat menegaskan area ini bukan tempat wisata melainkan kebnun milik warga. 

TRIBUN-SULBAR.COM MAJENE, –  Belum jelas kapan bukit Sigitung Kabupaten Majene akan dibuka untuk tujuan wisata.

Bukit Sigitung yang berada di Kelurah Baruga Dhua, Kecamatan Banggae Timur ini masih ditutup dari aktivitas wisata.

Sebelumnya bukit Sigitung Majene viral di sosial media karena keindahannya.

Baca juga: 3 Pemuda di Majene Ditangkap Polisi Kasus Kepemilikan Sabu

Baca juga: Terbang Lagi, Berikut Jadwal Batik Air di Bandara Mamuju 3 Kali Sepekan ke Makassar

Lurah Baruga Dhua Suhaeni menegaskan lokasi yang ramai dikunjungi wisatawan tersebut sejatinya bukan tempat wisata, melainkan area jalan kebun milik warga.

Pemerintah kelurahan bersama warga setempat sudah rapat tiga kali untuk memperjelas pengelolaan bukit Sagitung yang berpotensi jadi tempat wisata tersebut. 

‎Ia mengaku kedepannya akan membicarakan dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Mejene, terkait langkah selanjutnya, apakah akan dijadikan tempat wisata resmi atau tidak.

‎"Kami sudah rapat, kurang lebih tiga kali, bersma lurah Baruga, dan warga setempat, terkait persoalan kedepan kami akan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Mejene, namun sampai saat ini masih tetap ditutup "ungkap Suhaeni kepada wartawan. 

TERJADI PENGRUSAKAN

Aksi pengrusakan yang menyasar kendaraan pengunjung di objek wisata Bukit Sigitung, Kabupaten Majene, membuat sejumlah korban enggan kembali.

‎Tak hanya kehilangan helm, beberapa pengunjung ternyata juga mengaku mengalami  kerusakan serius pada motor mereka, termasuk hilangnya penutup pentil motor.

‎Seorang korban asal Polewali, Ahmad, mengaku trauma dengan kejadian tersebut. Ia menilai keamanan di kawasan wisata setinggi 743 mdpl itu sangat minim, padahal ramai dikunjungi wisatawan.

‎“Jujur saya takut motor ikut hilang, makanya langsung putuskan tidak mau ke Sigitung lagi,” ungkap Ahmad kepada wartawan Minggu (22/6/2025).

‎Ia menambahkan, kerusakan yang dialaminya bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga menyisakan rasa was-was saat ingin berwisata kembali.

‎“Kalau sudah begini, lebih baik cari tempat lain yang jelas ada pengamanan. Kita ke sini mau cari ketenangan, malah pulang dengan rasa kesal dan rugi,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan terlebih saat ini Sigitung sudah ditutup,ia berharap kedepannya Sigitung dijadikan tempat wisata.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved