Kamis, 23 April 2026

Profil

Profil Kasi Haji Kemenag Mateng, Pernah Pimpin Yayasan dan Kepala Madrasah 

RamlI Usman terlahir dari keluarga sederhana, ayahnya seorang petani sementara ibunya hanyalah ibu rumah tangga biasa.

Tayang:
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Profil Kasi Haji Kemenag Mateng, Pernah Pimpin Yayasan dan Kepala Madrasah 
sandi Anugrah
PROFIL TOKOH - Kasi Haji dan Bimas Islam Kemenag Mateng, H Ramli Usman saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Kemenag Mateng, Jl Trans Sulawesi, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Selasa (22/4/2025). (Sandi/Tribun) 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Banyak orang belum mengenal luas Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Bina Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar).

Padahal, hampir setiap musim haji calon jamaah akan bertemu dengan sosok Kasi Haji Kemenag.

Ditemui Tribun-Sulbar.com di ruangannya, Kantor Kemenag Mateng, Jl Trans Sulawesi Tobadak, Selasa (22/4/2025), Kasi Haji dan Bimas Islam Kemenag Mateng bernama Ramli Usman.

Ia lahir di Batu Karampuang, 31 Desember 1968, sebuah wilayah di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Ia terlahir dari keluarga sederhana, ayahnya seorang petani sementara ibunya hanyalah ibu rumah tangga biasa.

Baca juga: Erick Thohir Mengaku Kangen Ketemu Timnas Malaysia, Indonesia Segrup Negeri Jiran di ACMC 2025

Baca juga: Peringkat Pertama se-Indonesia, Sulbar Provinsi dengan Capaian Pengesahan Koperasi Desa Merah Putih

Meski demikian, Ramli kecil sosok anak haus pendidikan.

Terbukti, saat masa kecilnya ia memiliki semangat bersekolah yang tinggi.

Diceritakan olehnya, meski saat itu jarak rumah dan sekolah (tingkat SMP) sangat jauh dan harus ditempuh menggunakan perahu dayung karena saat itu jalanan masih jelek, tidak menyurutkan semangatnya.

"Kalau ditempuh dengan berjalan kaki, bisa seharian penuh, dari rumah saya di Wae Kaya (Kecamatan Karossa) dan sekolah di Kecamatan Budong-budong," kenangnya.

Belum lagi, dirinya harus menyeberangi aliran sungai bersama teman-temannya, yang kapan saja bisa mengancam nyawa mereka.

Meski demikian semua itu berhasil dilalui, hingga dirinya berhasil menyelesaikan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.

Pria dua orang anak ini, memulai karirnya sebagai Pemimpin Yayasan Al Amanah Wae Kaya (1993 - 2002).

Kemudian, di tahun 2003 dirinya terangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Setelah itu menjabat sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Al Amanah Wae Kaya (2005 - 2011) dan Kepala Tsanawiyah Negeri Pasangkayu (2011 - 2017).

Setelah berkecimpung di dunia pendidikan selama 14 tahun, dirinya kemudian di tarik ke Kemenag Mateng.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved