Rabu, 3 Juni 2026

Buaya Pasangkayu

INI 4 Titik Habitat Buaya di Kelurahan Pasangkayu, Dekat Pemukiman

Keberadaan hewan predator ini terpantau di sejumlah lokasi yang cukup dekat dengan pemukiman warga dan tempat umum.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto INI 4 Titik Habitat Buaya di Kelurahan Pasangkayu, Dekat Pemukiman
Tribun Sulbar / Taufan
HABITAT BUAYA - Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pasangkayu, Hamsah saat ditemui di kantor BPBD Pasangkayu, Jumat (23/5/2025). Dia menjelaskan ada 4 titik ditemukan sebagai habitat buaya di Kelurahan Pasangkayu. 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Warga Kelurahan Pasangkayu, diimbau meningkatkan kewaspadaan setelah ditemukan empat titik yang menjadi habitat buaya di wilayah tersebut.

Keberadaan hewan predator ini terpantau di sejumlah lokasi yang cukup dekat dengan pemukiman warga dan tempat umum.

Baca juga: Motor Trail Milik Warga Anreapi Polman Dicuri OTK, Hilang di Parkiran Rumah Kerugian Rp23 Juta

Baca juga: Mantan ketua KPU Mamuju Tak Terima Dituduh Nyuri Uang Celengan Masjid, ASN Kemenag Dilaporkan

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pasangkayu, Hamsah saat ditemui di kantor BPBD Pasangkayu, Jumat (23/5/2025).

Dia menjelaskan, empat titik yang telah diidentifikasi sebagai lokasi kemunculan buaya di antaranya, sungai Baloli, belakang Masjid Madaniah, pantai Anjungan Pasangkayu serta sungai di Dusun Tura.

Hamsah mengatakan, pihaknya telah memberikan peringatan kepada warga, untuk tidak beraktivitas terlalu dekat dengan area-area tersebut, terutama pada pagi dan sore hari saat buaya lebih aktif.

“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan segera melaporkan jika melihat buaya di luar habitat alaminya,” ujarnya.

BPBD pasangkayu sendiri, telah memasang papan peringatan buaya di dua titik, yaitu anjungan Pasangkayu dan belakang masjid Madaniah.

Pemasangan papan peringatan itu dilakukan demi demi mengantisipasi adanya korban akibat ancaman predator muara tersebut.

Dua titik ini menjadi prioritas utama BPBD, karena merupakan tempat yang ramai dikunjungi oleh warga.

"Sebenarnya kami juga ingin memasang papan peringatan di titik lain, tapi masih terkendala anggaran," ucapnya.

Dia juga menjelaskan, buaya-buaya tersebut diduga berasal dari sungai Baloli, yang merupakan habitat terbesarnya.

Sementara itu kata Hamsah, peristiwa korban terkaman buaya di Kabupaten Pasangkayu tidak terlalu sering.

"Paling dua tahun sekali baru ada korban, tidak seperti di Kabupaten Mamuju Tengah," tambahnya.

Selain itu untuk saat ini kata Hamsah, habitat terbesar buaya di Kabupaten Pasangkayu berada di sungai Kecamatan Lariang.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved