Jumat, 22 Mei 2026

Berita Pasangkayu

Daya Beli Masyarakat Turun, Pasar Smart Pasangkayu Sunyi

Menurutnya, salah satu penyebab pasar Smart Pasangkayu Sunyi akibat daya beli masyarakat turun.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Daya Beli Masyarakat Turun, Pasar Smart Pasangkayu Sunyi
Taufan/Tribun-Sulbar.com
PASAR SUNYI-Suasana Pasar Smart Pasangkayu, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, selalu sunyi, Kamis (6/3/2025), Diskoperindag sebut akibat kurangnya daya beli masyarakat 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pasangkayu, sebutkan beberapa alasan pasar Smart Pasangkayu yang selalu sepi.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperindag Pasangkayu Rahadian, saat ditemui di kantor Diskoperindag Pasangkayu, Jl Abdul Muiz, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kamis (6/3/2025).

Dia mengatakan, pihaknya selalu memantau kondisi pasar secara berkala.

Menurutnya, salah satu penyebab pasar Smart Pasangkayu Sunyi akibat daya beli masyarakat turun.

Baca juga: Pedagang Pasar Smart Pasangkayu Ngeluh Sunyi Pembeli, Ini Penyebabnya Kata Mereka

Selain itu, banyaknya pedagang menjual di luar pasar juga menjadi faktor pasar menjadi sunyi.

"Apalagi sekarang sudah banyak pedagang online, sehingga masyarakat lebih memilih membeli secara online dari pada ke pasar," terangnya, Kamis (6/3/2025).

Dinas Koperindag sendiri sudah beberapa kali mengarahkan pedagang luar agar masuk ke dalam pasar, namun tidak pernah didengarkan.

"Kalau masalah penertiban itu harusnya menjadi tanggung jawab Satpol PP," tambahnya.

Bukan hanya itu, Rahadian juga menyampaikan minimnya sarana dan prasarana di pasar, juga merupakan penyebab pasar Smart sunyi.

"Masalah itu sudah kami ajukan ke kementrian, dan kami juga dijanji tahun ini akan diberikan anggaran untuk rehabilitasi pasar," jelas Rahadian.

Lebih lanjut, Rahadian menerangkan keluhan pedagang terkait lokasi pasar yang tidak strategis karena berada di pinggir kota.

Dia mengatakan, lokasi pasar Memnag harusnya beras di pinggir kota, karena akan sangat menggangu bila berada di tengah kota.

"Pasar memang harusnya jauh dari pemukiman, karena di sana terdapat limbah dan bau yang cukup mengganggu," ujarnya.

Dia menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada para pedagang, serta melakukan perbaikan sarana dan prasarana pasar, agar kembali ramai.

Terakhir, dia menghimbau kepada masyarakat untuk kembali meramaikan pasar.

"Karena kalau pasar ramai itu menandakan daerah tersebut sejahtera," tutupnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved