Senin, 13 April 2026

Kasus HIV Mamuju Tengah

WASPADA! 20 Kasus HIV Mamuju Tengah Terdeteksi di Topoyo

Penyebaran kasus HIV mencakup lima kecamatan, dengan Topoyo mencatat angka tertinggi 20 kasus.

Tayang:
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto WASPADA! 20 Kasus HIV Mamuju Tengah Terdeteksi di Topoyo
Tribun Sulbar / Sandi
KASUS HIV AIDS - Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah, Kompleks KTM Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Minggu (16/2/2025). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menjadi sorotan setelah Dinas Kesehatan merilis data terbaru kasus HIV hingga Januari 2025. 

Sebanyak 51 orang terkonfirmasi positif HIV.

Rinciannya, 30 laki-laki dan 21 perempuan.

Penyebaran kasus HIV mencakup lima kecamatan, dengan Topoyo mencatat angka tertinggi 20 kasus.

Baca juga: Kader Kohati Minta THM Ditertibkan Imbas Kasus HIV Tinggi di Mamuju Tengah

Wilayah lain yang juga terdampak adalah Karossa 11 kasus, Tobadak 10 kasus, serta Pangale dan Budong-Budong masing-masing mencatat 5 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Mateng, Muhammad Iqbal, mengungkapkan, sebagian besar kasus terdeteksi di Mateng, meskipun sumber utama penularan masih dalam proses penelusuran.

“Untuk mengendalikan penyebaran, kami terus melakukan skrining intensif pada kelompok rentan,” ujar Iqbal saat dikonfirmasi awak media, Senin (17/2/2025).

Ia menjelaskan, saat ini Dinas Kesehatan Mateng berfokus pada dua kelompok utama, yaitu populasi kunci dan populasi khusus.

Adapun populasi kunci terdiri dari waria, Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), Pengguna Narkoba Suntik(Penasun) dan Wanita Pekerja Seks (WPS).

Sementara populasi khusus, yakni pasien TBC, ibu hamil, pasien IMS, dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

"Selain skrining, upaya edukasi terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya HIV dan pentingnya pencegahan," tambahnya.

"Kami ingin masyarakat lebih memahami bagaimana cara mencegah dan mendeteksi HIV sejak dini, terutama di daerah dengan kasus tinggi," lanjutnya.

Sebelumnya, Kasus HIV di Mateng terdeteksi sebanyak 51 orang, sebagian pasien saat ini tengah menjalani pengobatan dan dalam pemantauan Dinas Kesehatan. 

Namun, ada juga yang meninggal dunia dan pindah ke luar daerah.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa HIV masih menjadi ancaman serius. 

Diperlukan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar penyebaran virus ini dapat ditekan dan kualitas hidup penderita dapat lebih baik. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved