Selasa, 19 Mei 2026

Advertorial

Prediksi Harga Bitcoin Februari 2025, Untung atau Rugi?

Bahkan ada diantara mereka yang memperkirakan jika Bitcoin akan melonjak pada bulan Februari 2025.

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Prediksi Harga Bitcoin Februari 2025, Untung atau Rugi?
Dailymail.co.uk
HARGA BITCOIN - Masuk bulan Februari, beberapa analis masih terus menganalisa pergerakan harga Bitcoin di tahun 2025. Bahkan ada diantara mereka yang memperkirakan jika Bitcoin akan melonjak pada bulan Februari 2025. 

TRIBUN-SUBAR.COM - Sebentar lagi masuk pada bulan Februari, beberapa analis masih terus menganalisa pergerakan harga Bitcoin di tahun 2025. 

Bahkan ada diantara mereka yang memperkirakan jika Bitcoin akan melonjak pada bulan Februari 2025.

Bitcoin adalah mata uang baru yang bersifat digital, elektronik, atau virtual, dan sering disebut sebagai aset crypto. Bahkan Bitcoin menjadi aset crypto terbesar dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 33.034 triliun. 

Bahkan pergerakan harga bitcoin hari ini rupiah adalah Rp 1.701.552.895 memperlihatkan kenaikan dibandingkan dengan hari kemarin. Sehingga wajar saja banyak ahli trader memperkirakan Bitcoin akan reli di bulan Februari.

Memahami Bitcoin

Aset crypto ini diciptakan oleh seseorang yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. 

Bitcoin terutama digunakan untuk melakukan transaksi di internet tanpa melibatkan perantara atau jasa bank.

Bitcoin disebut sebagai aset crypto karena dilindungi oleh kriptografi dan beroperasi di jaringan terdesentralisasi yang dikenal sebagai blockchain. Dengan mekanisme ini, aset ini tetap aman dan transparan.

 

Meskipun tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah di banyak negara, Bitcoin sangat populer dan telah memicu peluncuran ratusan mata uang crypto lainnya, yang secara kolektif dikenal sebagai altcoin.

Cara Kerja Bitcoin

Bitcoin menggunakan sistem peer to peer (P2P), yang beroperasi tanpa penyimpanan atau administrator tunggal. Bitcoin memanfaatkan database yang didistribusikan ke node-node (komputer) dalam jaringan P2P untuk mencatat transaksi, di mana semua transaksi Bitcoin diverifikasi oleh semua pihak di jaringan, yang biasa disebut sebagai miner atau penambang.

Para penambang ini berfungsi sebagai otoritas terdesentralisasi yang menjaga kredibilitas jaringan Bitcoin. Bitcoin baru dirilis kepada penambang dengan tingkat yang tetap, tetapi jumlahnya berkurang secara berkala. Total Bitcoin yang dapat ditambang adalah 21 juta.

Baca juga: Tidak Punya Paspor, WNA Malaysia di Polman di Deportasi Petugas Imigrasi

Baca juga: Polisi Periksa 5 CCTV Puskesmas Banggae I Majene Cari Pelaku Pembobol Brankas, Kerugian Rp5 Juta

Pada November 2021, terdapat lebih dari 18,875 juta Bitcoin yang sudah ada, dan kurang dari 2,125 juta Bitcoin yang tersisa untuk ditambang. Dengan cara ini, Bitcoin dan cryptocurrency lainnya beroperasi berbeda dari mata uang fiat dalam sistem perbankan terpusat.

Kegunaan Bitcoin

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved