Selasa, 28 April 2026

Rebutan Lahan

BREAKING NEWS: Pria di Polman Tebas Keluarganya Pakai Parang Perkara Lahan

Insiden penganiaya ini terjadi di Dusun Puttareka, Desa Taramanu Tua, Kecamatan Tutar.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: Pria di Polman Tebas Keluarganya Pakai Parang Perkara Lahan
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Pelaku (pakai kemeja garis) saat menjalani pemeriksaan lanjutan di Satreskrim Polres Polman, usai menebas keluarganya dipicu masalah saling klaim kepemilikan lahan, Rabu (5/2/2025). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Seorang pria inisial HM (54) tega menebas keluarganya sendiri inisial LD (28) dengan menggunakan sebilah parang di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (5/2/2025).

Insiden penganiaya ini terjadi di Dusun Puttareka, Desa Taramanu Tua, Kecamatan Tutar.

Baca juga: MK Tolak Gugatan Pilkada Yaumil-Herny, Rumah Yaumil Ambo Djiwa Masih Sepi

Baca juga: 116 Siswa SMAN 1 Pasangkayu Telah Selesai Mengisi PDSS

Pemicu masalah ini lantaran saling klaim kepemilikan lahan kebun antara pihak pelaku dengan korban.

Pelaku HM kini menjalani pemeriksaan di Unit Reserse Umum (Resum) Satreskrim Polres Polman.

Dia ditangkap polisi usai korban inisial LD melaporkan kejadian itu, meski hanya mendapat luka memar.

Korban diduga kebal lantaran tidak mendapatkan luka goresan usai ditebas dengan parang dua kali.

Polisi turut mengamankan barang bukti sebilah parang tajam berukuran 40 centimeter digunakan pelaku.

"Hanya luka gores saja usai di tebas dua kali, apakah punya ilmu kebal atau tidak, masih kita dalami," kata Kanit Resum Satreskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana kepada wartawan.

Dia menjelaskan pemicu kejadian penganiayaan ini lantaran saling klaim kepemilikan lahan kebun.

Pelaku dan korban kata Iwan masih terdapat hubungan kekeluargaan dekat.

Saat itu korban tiba di rumah pelaku yang menjadi Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) penganiyaan.

Korban selalu meludah didepan pelaku yang membuat pelaku tersinggung dan tersulut emosi.

"Selalu meludah itu korban di depan pelaku, hal itu juga jadi pemicu penganiayaan selain klaim kepemilikan lahan kebun," ungkapnya.

Iwan menceritakan kronologi kejadian, korban sempat lari lantaran ketakutan saat pelaku mengeluarkan parang. 

Pelaku sempat mengejarnya, sembari menenteng parang yang sudah keluar dari sarungnya.

Pelaku menebas korban sebanyak dua kali, tebasan pertama saat berlari, dan saat sudah terjatuh.

Pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk dugaan korban punya ilmu kebal.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved