Berita Pasangkayu
Pedagang Enggan Pindah ke Pasar di Desa Bambaira Pasangkayu, Ini Penyebabnya
Alasan pedagang enggan pindah juga akibat tidak ada tempat untuk lapak mereka di pasar baru tersebut.
Penulis: Taufan | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sejumlah-pedagang-masih-menjual-di-area-pas.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Tiga pekan sudah pasar Desa Tampaure dipindahkan ke Desa Bambaira, namun sejumlah pedagang masih memilih menjual di area pasar Desa Tampaure.
Akibatnya, lima petugas Satpol PP Pasangkayu, turun langsung ke lapangan untuk menertibkan pedagang-pedagang itu.
Kepala Satpol PP Pasangkayu, Nasrun saat ditemui di lokasi mengatakan, bahwa mereka turun ke lokasi untuk mengarahkan sejumlah pedagang itu ke pasar baru.
Baca juga: 70 Petugas Damkar Mamuju Diterjunkan Bersihkan Lumpur Bekas Banjir
Baca juga: Kecamatan Mamuju Paling Terdampak Banjir 85 KK dengan 500 Jiwa Terdampak dan 85 Rumah Terendam
Dia menegaskan, pihaknya akan terus memberi teguran bagi para pedagang, yang masih keras memilih menjual di area pasar Desa Tampaure.
Dari penjelasan salah satu pedagang, Siti saat ditemui di lokasi, alasan mereka enggan pindah ke pasar Desa Bambaira, akibat jalan menuju ke pasar Desa Bambaira yang terlalu sempit.
"Terlalu sempit jalannya, sampai butuh waktu dua jam untuk keluar, kalau pasar sudah bubar," ujarnya.
Selain itu, alasan pedagang enggan pindah, juga akibat tidak ada tempat untuk lapak mereka di pasar baru tersebut.
"Kalau ada tempat untuk lapak kami di sana, kami pasti mau pindah," tambah Siti.
Mengenai hal itu, Kepala Dinas Koperindag Pasangkayu, Masri yang sempat ditemui di lokasi berjanji, akan mengusulkan pelebaran jalan menuju pasar baru di Desa Bambaira.
"Insya Allah kami akan lapor ke pimpinan, tentang pelebaran jalan masuk ke pasar ini," ujarnya, Selasa (28/1/2025).
Dia juga berjanji akan memperluas area pasar, agar pedagang bisa kebagian tempat untuk lapak.
"Insya Allah, akan ada penimbunan di area pasar untuk memperluas lokasi," tambahnya.
Adapun alasan pasar Desa Tampaure dipindahkan ke Desa Bambaira, karena pasar Desa Tampaure bukan merupakan aset pemerintah.
"Selain itu, hal ini kami lakukan atas perintah dari pusat, untuk segera memfungsikan aset pemerintah," terangnya.
Diketahui, gedung pasar Desa Bambaira memang sudah dibangun sejak tahun 2016 menggunakan anggaran negara, dan tidak pernah difungsikan sama sekali.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Diduga Kelola Kebun di Luar HGU, Praktisi Hukum Soroti Aktivitas Perusahaan Sawit di Pasangkayu |
|
|---|
| Wanita di Pasangkayu Diciduk Polisi Hendak Edarkan Sabu Senilai Rp4 Juta yang Dibeli dari Palu |
|
|---|
| Dinsos Pasangkayu Dampingi Marigun Tetap Sekolah di SMK, Sempat Diusulkan Pindah ke SLB |
|
|---|
| Mobil Nyaris Terbalik ke Parit di Jalan Ir Soekarno Pasangkayu, Evakuasi Damkar Jadi Tontonan Warga |
|
|---|
| Ular Masuk ke AC Diler Suzuki Pasangkayu, Damkar Bongkar Unit Pendingin untuk Evakuasi |
|
|---|