Opini
Sulawesi Barat dan Pencapaian IPM 2024: Momentum untuk Lompatan Besar
Harapan hidup yang mencapai 71,03 tahun menunjukkan adanya perbaikan layanan kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Evi-Arianti-SST-Statistisi-BPS-Kabupaten-Polewali-Mandar.jpg)
Penulis: Evi Arianti, SST
(Statistisi BPS Kabupaten Polewali Mandar)
Setiap angka memiliki cerita. Begitu pula dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Barat tahun 2024 yang mencatat angka 70,46.
Sekilas, angka ini hanya deretan statistik, tetapi sesungguhnya ia merepresentasikan perjalanan panjang upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan pertumbuhan 0,95 persen dari tahun sebelumnya, apakah ini cukup untuk disebut sebagai keberhasilan? Atau justru sebuah pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang menunggu?
Merayakan Kemenangan Kecil
Melihat pencapaian IPM 2024, ada alasan untuk optimis. Sulawesi Barat kini resmi berada di kategori “Tinggi,” sebuah langkah maju yang membanggakan.
Harapan hidup yang mencapai 71,03 tahun menunjukkan adanya perbaikan layanan kesehatan.
Sementara itu, rata-rata lama sekolah 8,15 tahun adalah buah dari kerja keras membuka akses pendidikan.
Pengeluaran per kapita Rp10,21 juta juga mencerminkan roda perekonomian yang terus bergerak.
Namun, kemenangan kecil ini bukanlah akhir. Ini adalah pijakan awal untuk lompatan besar berikutnya.
Bukan hanya soal naiknya angka, melainkan bagaimana angka tersebut bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat di semua lapisan.
Membaca Tantangan di Balik Data
Sulawesi Barat memang terus berbenah, tetapi jalan menuju kategori “Sangat Tinggi” (IPM ≥80) masih panjang.
Salah satu tantangan besar adalah kesenjangan antara potensi dan kenyataan.
Harapan lama sekolah, misalnya, sudah mencapai 12,89 tahun—setara pendidikan SMA.
| Pancasila Mengajarkan Kita untuk Tidak Serakah |
|
|---|
| Imam Lapeo : Cinta, Teladan dan Inspirator |
|
|---|
| Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI |
|
|---|
| Prabowonomics Mengubah Market Share Menjadi Market Power |
|
|---|
| Keberpihakan terhadap Ekologi Perspektif Sustainable Ethics dan Ekoteologi Kontekstual di Mamasa |
|
|---|