Kamis, 16 April 2026

Berita Mamuju

Warga Tapandullu Mamuju Cemas Efek Banjir Rob Akibat Abrasi

Haksah menjelaskan bahwa peninjauan ini berdasarkan informasi dari masyarakat, sebagai bagian dari survei awal bidang sumber daya air.

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Warga Tapandullu Mamuju Cemas Efek Banjir Rob Akibat Abrasi
Barak
Abrasi pantai di Desa Tampandullu, Mamuju, Sabtu (12/10/2024). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Warga Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, kini semakin khawatir dengan ancaman banjir rob yang kian meningkat.

Merespons hal ini, Dinas PUPR Kabupaten Mamuju, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, Muhammad Haksah Harakan, melakukan survei untuk meninjau dampak abrasi yang terjadi.

Baca juga: Pipa PDAM Bocor Sebabkan Jalan Ahmad Yani di Totoli Majene Rusak Parah dan Tergenang Air

Baca juga: Alasan Bawaslu Majene Hentikan Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran Pemilu Pegawai BUMD

Dalam peninjauan tersebut, Haksah didampingi oleh tim teknisi PUPR Mamuju, Camat Simboro Muh. Akbar, Pj. Kepala Desa Tapandullu Jumardin (Lucken), serta aparat desa setempat.

Haksah menjelaskan bahwa peninjauan ini berdasarkan informasi dari masyarakat, sebagai bagian dari survei awal bidang sumber daya air.

"Peninjauan ini sesuai dengan instruksi dari pimpinan, yaitu Bupati dan Kepala Dinas, untuk meninjau lokasi dan melihat dampak yang ada, baik itu genangan air laut maupun gelombang besar yang menghantam pemukiman," ungkap Haksah saat dihubungi, Minggu (13/10/2024).

Sebagai langkah lanjutan, hasil survei ini akan menjadi dasar analisis dan dilaporkan ke tingkat pimpinan untuk penanganan lebih lanjut.

"Meskipun wilayah laut adalah kewenangan Balai, namun pemerintah kabupaten atau provinsi bisa ikut campur jika situasinya sangat mendesak atau terkait bencana," tambahnya.

Haksah menegaskan pentingnya koordinasi antar-instansi sebelum dilakukan tindakan di lapangan.

"Bukan berarti setelah melihat bencana, langsung ada pembangunan. Perlu ada koordinasi agar tidak terjadi tumpang tindih dalam kegiatan yang akan dilaksanakan," jelasnya.

Lebih lanjut, Haksah juga menyampaikan bahwa jika ada intervensi dari beberapa pihak, misalnya dalam pembangunan tanggul atau pemecah ombak, kolaborasi tetap dibutuhkan.

"Kita tetap akan berkoordinasi, mengingat ini juga tergantung pada anggaran dan prioritas penanganan bencana," ujarnya.

Ia pun menekankan bahwa penanganan ini bukan sepenuhnya menjadi tugas Kabupaten Mamuju saja, melainkan perlu kolaborasi antara berbagai pihak.

"Kabupaten bisa menganggarkan sebagian, kemudian dilanjutkan oleh provinsi atau Balai. Semua ini disesuaikan dengan anggaran yang tersedia," lanjutnya.

Sementara itu, Camat Simboro, Muh. Akbar, menyambut baik peninjauan ini sebagai langkah awal untuk mengatasi abrasi di Desa Tapandullu.

"Alhamdulillah, ini adalah kabar baik bagi kami. Kami berharap penanganan ini bisa segera terlaksana," ucapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved