Berita Mamuju
Warga Tapandullu Mamuju Cemas Efek Banjir Rob Akibat Abrasi
Haksah menjelaskan bahwa peninjauan ini berdasarkan informasi dari masyarakat, sebagai bagian dari survei awal bidang sumber daya air.
Penulis: Suandi | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Abrasi-pantai-di-Desa-Tampandullu-Mamuju.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Warga Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, kini semakin khawatir dengan ancaman banjir rob yang kian meningkat.
Merespons hal ini, Dinas PUPR Kabupaten Mamuju, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, Muhammad Haksah Harakan, melakukan survei untuk meninjau dampak abrasi yang terjadi.
Baca juga: Pipa PDAM Bocor Sebabkan Jalan Ahmad Yani di Totoli Majene Rusak Parah dan Tergenang Air
Baca juga: Alasan Bawaslu Majene Hentikan Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran Pemilu Pegawai BUMD
Dalam peninjauan tersebut, Haksah didampingi oleh tim teknisi PUPR Mamuju, Camat Simboro Muh. Akbar, Pj. Kepala Desa Tapandullu Jumardin (Lucken), serta aparat desa setempat.
Haksah menjelaskan bahwa peninjauan ini berdasarkan informasi dari masyarakat, sebagai bagian dari survei awal bidang sumber daya air.
"Peninjauan ini sesuai dengan instruksi dari pimpinan, yaitu Bupati dan Kepala Dinas, untuk meninjau lokasi dan melihat dampak yang ada, baik itu genangan air laut maupun gelombang besar yang menghantam pemukiman," ungkap Haksah saat dihubungi, Minggu (13/10/2024).
Sebagai langkah lanjutan, hasil survei ini akan menjadi dasar analisis dan dilaporkan ke tingkat pimpinan untuk penanganan lebih lanjut.
"Meskipun wilayah laut adalah kewenangan Balai, namun pemerintah kabupaten atau provinsi bisa ikut campur jika situasinya sangat mendesak atau terkait bencana," tambahnya.
Haksah menegaskan pentingnya koordinasi antar-instansi sebelum dilakukan tindakan di lapangan.
"Bukan berarti setelah melihat bencana, langsung ada pembangunan. Perlu ada koordinasi agar tidak terjadi tumpang tindih dalam kegiatan yang akan dilaksanakan," jelasnya.
Lebih lanjut, Haksah juga menyampaikan bahwa jika ada intervensi dari beberapa pihak, misalnya dalam pembangunan tanggul atau pemecah ombak, kolaborasi tetap dibutuhkan.
"Kita tetap akan berkoordinasi, mengingat ini juga tergantung pada anggaran dan prioritas penanganan bencana," ujarnya.
Ia pun menekankan bahwa penanganan ini bukan sepenuhnya menjadi tugas Kabupaten Mamuju saja, melainkan perlu kolaborasi antara berbagai pihak.
"Kabupaten bisa menganggarkan sebagian, kemudian dilanjutkan oleh provinsi atau Balai. Semua ini disesuaikan dengan anggaran yang tersedia," lanjutnya.
Sementara itu, Camat Simboro, Muh. Akbar, menyambut baik peninjauan ini sebagai langkah awal untuk mengatasi abrasi di Desa Tapandullu.
"Alhamdulillah, ini adalah kabar baik bagi kami. Kami berharap penanganan ini bisa segera terlaksana," ucapnya.
| Pantau Tes Kesehatan Calon Anggota Polisi Kapolda Sulbar Ingatkan Panitia: Jangan Berbuat Curang! |
|
|---|
| Nyaris Hilang! Tas Berisi Rp104 Juta, Emas 11 Gram & BPKB Mobil Jatuh Ditemukan Warga di Kalukku |
|
|---|
| Warga Keluhkan Aktivitas Proyek di Jalan RE Martadinata Mamuju Debu Tebal Ganggu Pengguna Jalan |
|
|---|
| Damkar Cari Ular Piton Mangsa Ayam Warga Mamuju, Saluran Got Sepanjang 20 Meter Disemprot Air |
|
|---|
| Perusahaan Sawit Minim Kontribusi Terhadap PAD Mamuju Tengah, PMII Dorong Pemda Kaji Ulang |
|
|---|