Penemuan Ular
Ular Sanca 3 Meter Ditangkap Warga Saat Hendak Nyebrang Jalan di Luyo Polman
Warga berhasil menangkap ular tersebut, bagian kepalanya dilakban, lalu dimasukkan ke dalam karung.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Warga-menangkap-ulas-sanca-sepanjang-tiga-mete.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Seekor ular sanca sepanjang 3 meter ditangkap ketika didapati hendak menyebrangi jalan di Dusun Petabue, Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Rabu (25/9/2024) sekitar pukul 22.30 Wita kemarin malam.
Warga berdatangan ke lokasi kemunculan ular setelah mendengar suara teriakan.
Baca juga: Polisi Periksa Kakek 60 Tahun Diduga Lecehkan Remaja di Kecamatan Sampaga Mamuju
Baca juga: Batas Dana Kampanye Pilkada Polman Rp 114 Miliar, Masa Kampanye Selama 60 Hari
Kemunculan ular tersebut sempat mengagetkan pengguna jalan yang melintas.
Hewan melata ini pun sempat memberikan perlawanan saat warga sekitar hendak menangkapnya.
Salah satu warga Kasmawati mengatakan penangkapan ular tersebut berlangsung selama 30 menit.
"Ada 3 meter lebih ukuran panjangnya, awalnya ada anak-anak datang naik motor, dia lihat melintas itu ular, itu anak kaget langsung lari," terbagi Kasmawati kepada wartawan, Kamis (26/09/2024) pagi.
"Saya langsung panggil adik. Ada sekira 4 orang yang datang untuk tangkap itu ular," lanjutnya.
Dia menuturkan, ular sempat memberikan perlawanan selama 30 menit saat akan ditangkap.
Warga berhasil menangkap ular tersebut, bagian kepalanya dilakban, lalu dimasukkan ke dalam karung.
Kasmawati mengatakan penampakan ular sanca berkeliaran di sekitar tempat tinggalnya bukanlah kali pertama.
Meski begitu, dia mengaku belum pernah ada laporan jika ular menyerang warga maupun ternak.
"Biasa memang ada ular di sekitar sini, tapi tidak pernah ji ada yang sampai menyerang," ungkapnya.
Dia juga mengaku jika warga sudah berulang kali menangkap ular saat didapati berkeliaran di sekitar pemukiman.
Ular tersebut lalu dilepaskan kembali di tempat yang jauh dari pemukiman, masuk dalam hutan.
"Kalau orang sini tidak pernah bunuh ular. Biasa kalau sudah ditangkap dibawa pergi jauh baru dilepas," katanya lagi.
Dia berharap kemunculan ular tersebut membawa pertanda baik, apalagi setelah ular ditangkap tiba-tiba turun hujan meski hanya sesaat.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli