Penemuan Ular
Penyebab Belakangan Banyak Muncul Ular di Mamuju, Damkar Minta Warga Melapor
Bimo menghimbau warga jika menemukan ular atau hewan reptil lainya melapor ke Damkar Mamuju.
Penulis: Jufriadi | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kondisi-ular-piton-panjang-4-meter-div.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Barat (Sulbar) mengatakan Mamuju menjadi tempat habitat berbagai jenis ular.
"Mamuju menjadi habitat ular," ujar Busman Kepala BKSDA Sulbar, saat dihubungi via WhatsApp, Jumat (19/1/2024).
Busman menyebut Mamuju memiliki banyak rawa dan hutan yang memang tempat yang disukai ular.
Apalagi ini musim penghujan kata Busman.
Suhu udara cenderung dingin sehingga ular keluar mencari suhu yang lebih hangat.
Musim hujan juga merupakan saatnya telur ular menetas, karna itu ular sering ditemukan saat musim hujan.
Menurut Kepala Unit Rescue Damkar Mamuju A Jubair sudah ada tiga laporan warga soal penemuan ular di Mamuju.
A Jubair atau Bimo sapaan akrabnya mengatakan munculnya ular akhir-akhir ini karena musim hujan, ular keluar suhu yang lebih hangat.
Bimo menghimbau warga jika menemukan ular atau hewan reptil lainya melapor ke Damkar Mamuju.
“Kalau temukan ular lapor ke Damkar Mamuju atau Komonitas Reptil Mamuju,” ujar Kepala Unit Rescue Damkar Mamuju saat ditemui di kantor Damkar di Jl KS Tubun, Kelurahan Rimuku, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (19/1/2024).
Kepala Unit Rescue Damkar Mamuju, Bimo menghimbau warga agar tidak menggaggu habitat ular.(*)
Laporan Reporter Tribun-Sulbar.com Jufriadi