Berita Mamasa

Dilanda Kemarau, Sawah Petani di Buntubuda Mamasa Terancam Gagal Tumbuh

Sawah warga kesulitan pasokan air lantaran irigasi sebagai sumber pasokan air mulai surut bahkan nyaris mengering.

Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Hamsah Sabir
Kondisi persawahan warga di Desa Buntubuda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, setelah dilanda musim kemarau. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Persawahan warga di Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, terancam gagal tumbuh.

Hal terdebut diakibatkan dampak perubahan iklim hingga membuat persawahan warga alami kekeringan yang parah.

Bahkan tanaman padi terancam mati dan gagal panen.

Baca juga: Lurah Dayanginna Tapalang Mamuju Jadi Korban Pengancaman, Pelaku Dilaporkan Ke Polisi

Baca juga: Kenalkan Gloria Angelina Bulizak Paskibraka Mamasa Pembawa Baki di Momen Upacara 17 Agustus

Sawah warga kesulitan pasokan air lantaran irigasi sebagai sumber pasokan air mulai surut bahkan nyaris mengering.

Nampak persawahan warga mulai retak - retak pertanda sudah lama tak dialiri air.

Petani mulai cemas lantaran padi baru berumur beberapa pekan setelah tanam dilanda musim kemarau.

Sementara sawah warga di wilayah ini hanya bergantung pada satu irigasi saja.

Menurut salah seorang warga Demmalipi, meski sesekali hujan namun hal itu tidak dapat mengaliri sawah sepenuhnya.

Karena itu kata dia, jika terus mengering padi terancam gagal panen.

Kata dia, meski sesekali hujan dalam seminggu namun tidak berdampak pada kondisi tanah dan pengairan sawa sehingga, akan menghambat pertumbuhan padi

Ia pun berharap pihal berwenang mempunyai tindakan adanya hal yangcdialami petani tersebut.

Baik itu pemerintah desa dan pemerintah daerah agar mengatasi persoalan tersebut. 

"Jika dibiarkan maka petani akan terancam gagal panen," ujar Demmalilipi, Kamis (15/8)2024).

Laporan Reporter Tribun-Sulbar.com Hamsah Sabir

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved