Jamaah Islamiyah Bubar
Melihat Rumah Persembunyian Noordin Mohd Top, Perakit Bom Bali Tewas Diserbu Densus 15 Tahun Lalu
Noordin ohd Top tewas bersama dua pengikutnya, Gempur Budi Angkoro alias Bagus Budi Pranoto alias Urwah, dan Aji alias Ario Sudarso.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Penulis-berada-di-depan-rumah-bekas-ersembunyian-Noordin-Mohd-Top.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Sebuah tangga bambu terpalang di teras sebuah rumah di pinggiran sebuah kampung di Mojosongo, Kota Solo.
Pintu rumahnya terbuka.
Meteran listrik terlihat copot atau dicopot.
Dari depan, rumah berukuran 5x 10 meter itu tampak utuh dan bagus.
Ini jauh dari fakta terakhir pada 17 September 2009, atau 15 tahun lalu. Rumah ini hancur lebur. Atapnya runtuh, pintu-pintunya jebol, dinding-dindingnya penuh lubang bekas tembakan.
Baca juga: CERITA Sabarno Eks Anggota Jamaah Islamiyah Jualan Tahu Bakso Selama Hindari Kejaran Densus 88
Baca juga: Blak-blakan Tokoh Jamaah Islamiyah Ustad Abu Fatih Jelaskan Alasan JI Dibubarkan Sejak 30 Juni 2024
Kalau Anda mau tahu, inilah bekas rumah kontrakan di Kampung Kepuh Sari, tempat perhentian terakhir gembong terroris Noordin Mohd Top.
Tamat riwayatnya setelah digerebek pasukan Densus 88 Antiteror.
Ia tewas bersama dua pengikutnya, Gempur Budi Angkoro alias Bagus Budi Pranoto alias Urwah, dan Aji alias Ario Sudarso.
Satu lagi korban tewas bernama Adib alias Susilo, pengontrak rumah itu yang saat itu mengaku bekerja sebagai penjaga ternak di Ponpes Al Kahfi Mojosongo.
Istri Susilo bernama Putri Munawaroh, yang juga ada di dalam rumah yang diserbu, ajaibnya lolos dari maut.
Drama penyerbuan dan perburuan Noordin Mohd Top dan komplotannya di Mojosongo menurut warga setempat, berlangsung sangat dramatis.
Hendri, Ketua RT 03 saat ini, yang membawahi lingkungan rumah itu ingat, penyerbuan terjadi menjelang tengah malam.
Tapi ia saat itu sedang di lokasi lain berjualan.
Istrinya yang di rumah yang tahu dan pertama kali mendengar bunyi rentetan tembakan.
Ia awalnya mengira bunyi petasan. Waktu itu sekira pukul 22.30 WIB. “Saya kira bunyi petasan. Tapi ada tetangga keluarga AURI bilang itu bunyi tembakan,” kata istri Hendri, Kamis (18/7/2024).