Kamis, 21 Mei 2026

Longsor Polman

Akses Jalan ke 3 Desa di Tutar Polman Diterjang Longsor, Warga Terpaksa Jalan Kaki hingga 7 Km

Warga yang terdampak bencana longsor di Tutar, Polman, terpaksa berjalan 7 Km jika hendak keluar dari wilayahnya.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Via Tribun
zoom-inlihat foto Akses Jalan ke 3 Desa di Tutar Polman Diterjang Longsor, Warga Terpaksa Jalan Kaki hingga 7 Km
Tribun-Sulbar.com/ Fahrun Ramli
Warga berjalan kaki melewati material longsor yang belum dibersihkan di jalur akses tiga desa Kecamatan Tutar, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, Sabtu (22/6/2024). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Akses jalan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, sulit dilalui warga usai diterjang bencana tanah longsor, Sabtu (22/6/2024).

Terhitung sudah sepekan jalan tersebut tertimbun longsor, yang diduga dipicu oleh curah hujan cukup tinggi.

Akibatnya, warga yang ingin beraktivitas menuju kota pun harus berjalan kaki sejauh tujuh kilometer (km).

Personel BPBD Polman saat mengunjungi sejumlah titik longsor di tiga desa, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polman, Sulbar, Jumat (21/6/2024).
Personel BPBD Polman saat mengunjungi sejumlah titik longsor di tiga desa, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polman, Sulbar, Jumat (21/6/2024). (BPBD Polman)

Mereka terpaksa menyebrangi material longsor di tiga titik, yang menutup bahu jalan, serta melewati tebing.

Ada pun tiga desa terdampak longsoran ini yakni Desa Tutar, Desa Besoangin dan Desa Besoangin Utara.

Kepala Desa Besoangin, Burhanudin mengatakan saat ini masih ada beberapa titik longsor sulit dilalui warga.

Baca juga: Sepekan Terisolir Akibat Longsor, Akses Jalan 3 Desa di Tutar Polman Mulai Dapat Dilalui

"Hingga saat ini masyarakat masih sangat kesulitan beraktivitas, kita berjalan keluar dari desa sejauh tujuh kilometer," terang Burhanuddin kepada Tribun-Sulbar.com, melalui sambungan telepon, Sabtu (22/6/2024).

Dijelaskan titik longsor pertama berada di jalan penghubung Desa Piriang Tapiko menuju Desa Besoangin.

Titik kedua berada di jalan penghubung Desa Besoangin Utara menuju Desa Ratte.

"Paling parah dari Desa Piriang Tapiko menuju Desa Besoangin Utara dan Desa Ratte," lanjutnya.

Disebutkan warga kesulitan membersihkan material longsor karena hanya menggunakan alat seadanya.

Menurut penuturan Burhanuddin, material longsor yang menutup akses jalan ke tiga desa ini terdiri dari batang pohon dan bebatuan.

"Warga sudah berupaya bergotong-royong agar jalan bisa dilalui kembali, tetapi tidak maksimal, karena longsoran tersebar pada beberapa titik dan banyak bebatuan bercampur batang pohon," ungkapnya.

Baharuddin mengatakan, warga yang hendak keluar dari kampung menuju kota mau tak mau harus berjalan kaki sejauh tujuh km.

Disebutkan untuk menuju Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, jalur tersebut biasanya hanya ditempuh selama 15 menit.

Kini, setelah terjadinya longsor ini, berubah menjadi dua jam karena kondisi akses jalan semakin parah.

Burhanuddin berharap pemerintah segera mengirim alat berat, agar material longsor menutup akses jalan dapat dibersihkan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved