Sabtu, 25 April 2026

Jurnal Ramadan

Jurnal Ramadan - Apa Saja Amalan Pengganti Puasa Bagi Perempuan?

Siti Aisyah yang merupakan konsultan keluarga sakinah ini menyampaikan amalan yang pahalanya sama dengan amalan orang yang berpuasa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Suandi | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Jurnal Ramadan - Apa Saja Amalan Pengganti Puasa Bagi Perempuan?
Tribun-Sulbar.com
Konsultan Keluarga Sakinah, Siti Aisyah, membawakan kultum di studio Tribun-Sulbar.com 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ustadzah Siti Aisyah menyampaikan kultum pada Jurnal Ramadan Tribun Sulbar, Jumat (5/4/2024).

Acara yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Tribun Sulbar Official dan halaman Facebook Tribun-Sulbar.com setiap pukul 17:30 WITA di bulan Ramadan ini mengangkat tema 'Amalan Pengganti Puasa bagi Perempuan'.

Siti Aisyah yang merupakan konsultan keluarga sakinah ini menyampaikan amalan yang pahalanya sama dengan amalan orang yang berpuasa.

Kata dia, Ramadan adalah bulan yang dinantikan oleh seluruh umat manusia.

Setiap musim maupun muslimah berlomba-lomba memperbanyak amalan.

Namun demikian, para perempuan muslimah adakalanya tidak bisa melakukan ibadah seperti kaum laki-laki karena satu kondisi yang secara biologis tidak bisa ditentang.

"Tapi ibu-ibu di rumah tidak usah bersedih karena ada satu amalan yang pahalanya sama dengan orang yang berpuasa," ujarnya.

Amalan itu adalah memberi makan orang yang sedang berpuasa.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Barang siapa yang memberikan makan kepada orang yang sedang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala sama dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang sedang diberi makan tadi.

Oleh karena itu, ibu-ibu di rumah yang mempersiapkan acara buka di rumah, kemudian memberikan makanan kepada seluruh anggota keluarga, baik suami maupun anak-anak.

Bagi ibu-ibu yang sementara terhalang untuk melakukan ibadah puasa iktikaf dan tarawih di bulan yang suci penuh berkah ini, bisa menggantinya dengan memberi makan kepada seluruh keluarga ataupun orang-orang yang membutuhkan.

Itu adalah salah satu kebaikan dalam Islam. Jadi,Islam itu tidak pernah memberatkan kalau ibu-ibu tidak berpuasa, tidak bisa tarawih, tidak bisa iktikaf di masjid ada amalan-amalan lain yang itu kurang lebih sama pahalanya.


Amalan lain yang bisa diterapkan untuk mengganti tarawih dan mengganti iktikaf membaca ataupun tadarus Al-Qur'an adalah belajar Tafsir, mentadaburi Al-Qur'an.

Jadi, kalau kita tidak bisa membaca Al-Qur'an, baca tafsirnya bisa ibu-ibu begituun bapak-bapak.

Kaum muslimin yang ada di Indonesia wajib berbahagia karena sudah ada ahli tafsir yang punya Karya dengan bahasa Indonesia yang pertama itu tafsir karya Hamka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved