Selasa, 19 Mei 2026

Jurnal Ramadan

Pesan Ustad Nur Salim Ismail Selama Menjalani Puasa Ramadan 1445

Ramadan adalah bulan energi dan cahaya terasa amat dekat dalam relung kehidupan kita.

Tayang:
Penulis: Muhammad Asrul | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Pesan Ustad Nur Salim Ismail Selama Menjalani Puasa Ramadan 1445
Tribun Sulbar / Muhammad Asrul
Kultum singkat Pembina Pesantren DDI Baruga, Nur Salim Ismail dalam program Jurnal Ramadan di Kantor Tribun-Sulbar menjelang Buka Puasa, Selasa (12/3/2024). 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Pembina Pesantren DDI Baruga Nursalim Ismail, menyampaikan kajian di acara Jurnal Ramadan Tribun Sulbar.

Jurnal Ramadan disiarkan live setiap hari jelang waktu berbuka puasa ramadan di studio Kantor Tribun-Sulbar.com Jl.Martadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Selasa (12/3/2024).

Tribuners bisa menyaksikannya di kanal youtube Tribun Sulbar Official.

Dalam kultum singkatnya Nursalim Ismail, menyampaikan pesan syukur sehingga dalam Ramadan bulan ini masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan amalan puasa.

"Selamat datang bulan Ramadhan, yang di dalamnya amat sangat banyak janji-janji Allah, pahala-pahala yang dilipatgandakan," Terang Nursalim dalam kultum singkatnya.

Bahkan pada bulan Ramadan adalah bulan energi dan cahaya terasa amat dekat dalam relung kehidupan kita.

Jika diluar bulan suci Ramadan, kita melaksanakan ibadah dengan durasi tidak begitu lama.

Alangkah lebih baiknya dibulan suci ini kita manfaatkan sedemikian rupa dengan sekuat tenaga.

Dengan segala macam sumber daya yang kita miliki seluruhnya kita pertaruhkan untuk mempersembahkan sebagai bagian ibadah-ibadah sepanjang bulan suci Ramadan.

Didalam Rasul Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda, bahwa ketika Ramadan itu tiba dibuka pintu-pintu Surga,  ditutup pintu-pintu neraka dan setan dibelenggu.

Bahkan selama sebulan penuh ini, ada malam tertentu yang dipastikan jauh lebih baik dari seribu bulan.

Dimana setiap ummat berkeinginan agar malam-malam itu datang menghampiri.

Jika selama sebelas bulan sebelumnya, masih terlalu banyak hal-hal yang nista, maksiat, dosa,  maka saat Ramadan datang, inilah saat yang paling tepat untuk melaksanakan ibadah dengan sungguh-sungguh.

Ketika seseorang itu keluar dari bulan suci Ramadan, harapannya ingin seperti bayi yang baru saja dilahirkan.

Tak ada sedikitpun dosa dan catatan kemaksiatan didalamnya.(*)

Laporan Reporter Tribun-Sulbar.com Muhammad Asrul.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved