KPU Polman Didemo
BREAKING NEWS: Demo di Kantor KPU Polman Ricuh, Massa HMI Saling Dorong dengan Aparat
Saling dorong itu pun berlangsung lama, hingga salah satu kader HMI Polman sempat dikenai senggolan tangan.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar (Polman) di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Polman diwarnai kericuhan, Sabtu (24/2/2024).
Massa aksi saling dorong di pintu masuk kantor lantaran dihalangi petugas keamanan Polres Polman.
Saling dorong itu pun berlangsung lama, hingga salah satu kader HMI Polman sempat dikenai senggolan tangan.
Direspon dengan kemarahan sejumlah kader, hingga massa aksi dipukul mundur dari pintu kantor.
Para massa aksi dari perwakilan perempuan atau HMI Wati pun histeris melihat kejadian ini.
Aksi saling dorong ini terjadi saat massa menuntut agar komisioner KPU Polman menemuinya.
"Kami beri waktu 10 menit untuk menunggu komisioner ataupun ketua KPU hadir menemui kami," terang koordinator lapangan, Ikbal Yahya dalam orasinya.
Ia meminta agar komisioner KPU Polman hadir mendengarkan aspirasi dan tuntutannya.
Namun hingga 10 menit berlalu, tidak ada satu pun komisioner KPU Polman yang hadir.
Massa pun bergerak maju, masuk kedalam kantor KPU Polman untuk mencari para komisioner.
"Mari kita segel kantor ini lantaran sudah lama menunggu, mereka tidak ada yang menemui kita," lanjutnya.
Polisi yang berjaga di depan pintu langsung menghadang agar massa aksi tidak masuk.
Keduanya pun saling berbenturan satu saman lain, saling dorong mendorong hingga ke halaman kantor.
Nampak Kepala Bagian Operasi (Kabag) Ops Polres Polman, Kompol Najamuddin melerai aksi saling dorong ini.
Serta koordinator aksi juga nampak menenangkan kadernya yang sudah tersulut emosi.
Kedua pihak pun saling menahan diri, dan kembali menuggu kedatangan Ketua KPU Polman, Nurjannah Waris.
Ikbal Yahya mengatakan aksi ini untuk menyoroti kinerja KPU Polman dalam pemilihan umum 2024.
"Seperti kerancauan yang ada di Kecamatan Bulo, ada 5 TPS yang sempat dipindahkan saat perhitungan suara," lanjutanya.
Lima TPS di Kecamatan Bulo, sempat dipindahkan saat perhitungan suara lantaran hujan disertai angin.
Tak selang beberapa menit, Nurjannah datang ke kantornya, ia dari Kecamatan Matakali memantau Pemungutan Suara Ulang (PSU).
Seluruh tuntutan dan aspirasi massa pun diterima, mereka sempat audiens di halaman kantor.
Nurjanah Waris mengatakan aksi ini karena persoalan keraguan terhadap kinerja penyelenggara.
"Saya sudah menampung tadi aspirasinya, saya meminta agar mereka memasukkan data temuan," terang Nurjanah Waris kepada wartawan.
Ia menyebut telah meminta data temuan kepada para massa aksi agar tuntutannya tidak sekedar asumsi belaka.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.