Berita Viral

Viral Guru Honorer Menangis Tak Lolos PPPK Padahal Nilai Tinggi, DPRD Jambi Usut Kecurangan

Viral guru honorer menangis merasa dicurangi setelah tak lolos PPPK, DPRD Jambi buka suara.

Editor: Via Tribun
X @REP0RT_ID
Sebuah video memperlihatkan curhatan guru honorer di asal Jambi karena tidak lolos seleksi PPPK beredar viral di media sosial. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Beredar video pilu menyayat hati yang menunjukkan tangisan seorang guru honorer asal Jambi.

Dalam video yang dibagikan akun X @REP0RT_ID, Rabu (27/12/2023), wanita berkerudung tersebut mempertanyakan nasibnya.

Ia mengaku tak lolos PPPK padahal mendapatkan nilai tinggi dan sudah mengabdi selama 13 tahun.

Baca juga: Viral Ratusan Anjing Diduga Dibawa ke Penjagalan, Polisi Telusuri Truk Pengangkut

Anggota DPRD Jambi jawab nasib akhir guru honorer yang tak lolos PPPK padahal meraih nilai tinggi saat tes.
Anggota DPRD Jambi jawab nasib akhir guru honorer yang tak lolos PPPK padahal meraih nilai tinggi saat tes. (Instagram, Tribunnews.com)

Padahal, orang lain yang mendapat nilai rendah justru bisa lulus, sehingga ia merasa dicurangi.

Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Fadli Sudria, turut berkomentar.

Ia meminta Pemerintah Daerah Kerinci dan Pemerintah Kota Sungai Penuh segera menyelidiki adanya indikasi kecurangan dalam seleksi.

"Saya sebagai perwakilan rakyat akan terus mamantau hal ini, dan akan membantu mereka yang merasa dicurangi atas hasil PPPK," jelasnya, dikutip Tribun Jatim dari tribun Jambi.

Ia melanjutkan, jika dugaan kecurangan dalam seleksi PPPK terbukti benar artinya sudah zalim dan harus diusut tuntas.

"Saya akan pantau dan jika hal ini terbukti benar, berarti harus diusut tuntas, tidak boleh hal seperti ini didiamkan," tutupnya.

Nasib akhir guru honorer itu hingga saat ini belum bisa dipastikan.

Sebelumnya, viral curhat seorang guru honorer tak lolos Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), padahal mendapat nilai tes tinggi.

Guru itu menangis tersedu-sedu mengetahui kondisinya yang gagal tes padahal nilainya tinggi.

Guru honorer itu mengaku mengikuti tes PPPK guru untuk penempatan di Kota Sungai Penuh, Jambi.

Ia kemudian mempertanyakan alasan dirinya tidak lolos PPPK, padahal memiliki nilai yang tinggi.

"Aku ndak betanyo kepada pejabat yang berwenang dalam tes PPPK. Apo dasar yang dinilai?" katanya sambil menangis.

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved