Berita Majene
IM3I Minta Bupati dan Kadis Kesehatan Majene Dicopot
Mereka demo terkait nasib rumah singgah pasien Majene di Kota Makassar yang tidak dikelola serius pemerintah daerah.
Penulis: Juita Mammis | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Mahasiswa-demo-di-Kantor-Bupati-Majene-soroti-pengelolaan-rumah-singgah-pasien.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Ikatan Mahasiswa Mandar Majene Indonesia (IM3I) geruduk kantor Bupati Majene, di Jl Gatos Subroto, Lingkungan Paleo, Kelurahan Pangali-ali, Kecamatan Banggae, Sulbar, Rabu (29/11/2023).
Mereka demo terkait nasib rumah singgah pasien Majene di Kota Makassar yang tidak dikelola serius pemerintah daerah.
Ketua IM3I Wahyu mengatakan, ada beberapa tuntutan mereka kepada Pemerintah Kabupaten Majene tentang rumah singgah pasien Majene di Makassar.
Adapun tuntutan meraka yakni copot Bupati Majene, copot Kepala Dinas Kesehatan, bersihkan oknum pelaku pungli RSP Majene di Makassar.
Kembalikan uang pasien RSP, permanenkan RSP, perbaiki pengelolaan RSP, pertegas Perbup Nomor 13 Tahun 2022, dan evaluasi kinerja pemerintah daerah.
"Banyak keluhan dari pasien-pasien penghuni RSP," kata Wahyu dalam orasinya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah Majene, Ardiansyah, mengatakan saya mau dialagonya intelektual bukan preman.
"Untuk itu nanti data-data DPA dari dinas kesehatan kita fotocopy dan bagikan kepada IM3I mengenai RSP Majene di Makassar," pungkas Ardiansyah.
Ardiansyah mengajak mahasiswa IMI3 bersama-sama ke Makassar untuk menyelesaikan segala masalah di RSP. (*)