OPINI
Oknum Pemerintah Terindikasi Korupsi Tanda Kurangnya Kecerdasan Ispritual?
Tujuan utama pemerintahan adalah memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat serta menjaga stabilitas negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Penulis-Opini-Muhammad-Saleh.jpg)
Namun sebagian pemerinta seringkali menggunakan kekuasaannya sebagai alat untuk merampas hak masyarakat atau melakukan korupsi dikarenakan niat/keinginan (didorong karena kebutuhan dan keserakahan).
Lantas mengapa pemerintah Masi saja melakukan korupsi sedangkan kita ketahui pemerinta rata-rata orang yang lulus pendidikan yang di yakini mampu untuk menjaga stabilitas dan dapat memecahkan permasalahan ekonomi dll.
Perlukita ketahui bahwa ada 3 kecerdasan yang harus dimiliki manusia.
Pertama Kecerdasan intelektual: Kecerdasan Intelektual adalah kemampuan untuk memecahkan masalah secara logis dan akademis. Kecerdan IQ cenderung pada pola pikir yang berdasarkan logika yang meliputi kemampuan dalam menalar, merencanakan, memecahkan suatu masalah dan berpikir abstrak.
Namun kecerdasan intelektual yang tinggi belum menggambarkan kecerdasan manusia seluruhnya, karena alat tes dalam kecerdasan intelektual hanya mengukur kecerdasan berdasarkan logika.
Sehingga jika pemerintah hanya memiliki kecerdasan intelektual bisa saja mereka berbuat perilaku yang berdampak negatif yang dapat merugikan masyarak karena tidak dilandasi dengan kecerdasan emosial (EQ) dan ispritual (SQ).
Kecerdasan emosional: kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang dalam mengetahui emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain.
Manusia sangat perlu menerapkan kecerdasan emosional dalam dirinya khususnya kepada pemerintah karena dengan kecerdasan emosional pemerintah akan dapat mengontrol emosional yang ada dalam dirinya yang dapat berdampak negatif serta dapat mengenali atau membaca emosi masyarakatnya.
Kecerdasan Ispritual : Kecerdasan ispritual (SQ) akan menyempurnakan kecerdasan emosional. Jika kecerdasan emosional hanya cukup dengan kemampuan untuk memahami emosi diri dan orang lain, maka kecerdasan emosial akan dapat mencegah manusia untuk melakukan tindakan yang dapat menimbulkan konflik atau emosional masyarakat, karena orang yang dapat mengenali emosi orang lain belum tentu dapat mencegah untuk menimbulkan emosi orang lain.
Kecerdasan (SQ) merupakan kemampuan seseorang untuk mencari makna dan tujuan dalam hidup, serta memiliki kesadaran yang tinggi sehingga dapat mengontrol tindakan yang dapat merugikan orang lain serta dapat menciptakan hubungan yang baik sesama manusia. Aspek ini membentuk nilai-nilai, etika, moralitas, dan aspek-aspek spiritual dalam kehidupan.
Oleh karena itu manusia sangat perlu memiliki ketiga kecerdasan ini khususnya kepada pemerintah sebagai badan yang bertanggung jawab untuk mengatur kebijakan agar dapat mengatur setabilas negara dengan baik dan dapat pekah / memahami emosi orang lain, serta memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap tindakan yang dilakukannya sehingga tidak merugikan bangsa dan negara agar kepercayaan masyarat terhadap pemerintah tetap terjaga. (*)