OPINI
Oknum Pemerintah Terindikasi Korupsi Tanda Kurangnya Kecerdasan Ispritual?
Tujuan utama pemerintahan adalah memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat serta menjaga stabilitas negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Penulis-Opini-Muhammad-Saleh.jpg)
Muhammad Saleh
Warga Polewali, Kelurahan Takatidung Dusun Alli Alli
TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah adalah badan yang bertanggung jawab mengatur dan melaksanakan kebijakan, peraturan, dan fungsi negara di suatu wilayah atau negara.
Pemerintah mempunyai kekuasaan untuk mengambil kebijakan, mengatur undang-undang, melaksanakan program publik, dan memelihara ketertiban masyarakat.
Tujuan utama pemerintahan adalah memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat serta menjaga stabilitas negara.
Pemerintahan biasanya terdiri dari berbagai cabang, seperti eksekutif, legislatif, dan yudikatif, yang membagi kekuasaan dan menjalankan fungsi pemerintahan secara seimbang.
Namun sebagian pemerintah malah merusak kepercayaan masyarakat dengan melakukan perilaku korupsi.
Sehingga membuat sebagian masyarakat memandang sinis pemerintah.
Kasus korupsi merupakan kasus yang sudah tak asing lagi di dengarkan oleh masyarakat namun kasus ini sangat berdampak negatif dapat merugikan masyarakat dan negara.
Hal ini menghabiskan sumber daya publik, melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, menunda kemajuan negara dan bangsa dan menghambat pembangunan ekonomi dan sosial serta merusak stabilitas negara.
Penting untuk mendorong transparansi, akuntabilitas dan penegakan hukum yang ketat untuk memerangi korupsi di semua tingkatan.
Korupsi harus diberantas sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat yang seharusnya mereka terima dari pemerintah dan lembaga-lembaga publik.
Dalam hal korupsi ini negara sudah menanggulangi tindakan korupsi dengan membentuk KPK (Komisi Pemberantasan korupsi) tetapi perilaku korupsi Masi saja merajalela layaknya seperti budaya yang dilestarikan ( dijaga keberlangsungannya).
Jabatan atau kekuasaan yang dimiliki pemerintah guna untuk memikirkan atau memecahkan permasalahan yang terjadi dimasyarakat.
Namun sebagian pemerinta seringkali menggunakan kekuasaannya sebagai alat untuk merampas hak masyarakat atau melakukan korupsi dikarenakan niat/keinginan (didorong karena kebutuhan dan keserakahan).
Lantas mengapa pemerintah Masi saja melakukan korupsi sedangkan kita ketahui pemerinta rata-rata orang yang lulus pendidikan yang di yakini mampu untuk menjaga stabilitas dan dapat memecahkan permasalahan ekonomi dll.
Perlukita ketahui bahwa ada 3 kecerdasan yang harus dimiliki manusia.
Pertama Kecerdasan intelektual: Kecerdasan Intelektual adalah kemampuan untuk memecahkan masalah secara logis dan akademis. Kecerdan IQ cenderung pada pola pikir yang berdasarkan logika yang meliputi kemampuan dalam menalar, merencanakan, memecahkan suatu masalah dan berpikir abstrak.
Namun kecerdasan intelektual yang tinggi belum menggambarkan kecerdasan manusia seluruhnya, karena alat tes dalam kecerdasan intelektual hanya mengukur kecerdasan berdasarkan logika.
Sehingga jika pemerintah hanya memiliki kecerdasan intelektual bisa saja mereka berbuat perilaku yang berdampak negatif yang dapat merugikan masyarak karena tidak dilandasi dengan kecerdasan emosial (EQ) dan ispritual (SQ).
Kecerdasan emosional: kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang dalam mengetahui emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain.
Manusia sangat perlu menerapkan kecerdasan emosional dalam dirinya khususnya kepada pemerintah karena dengan kecerdasan emosional pemerintah akan dapat mengontrol emosional yang ada dalam dirinya yang dapat berdampak negatif serta dapat mengenali atau membaca emosi masyarakatnya.
Kecerdasan Ispritual : Kecerdasan ispritual (SQ) akan menyempurnakan kecerdasan emosional. Jika kecerdasan emosional hanya cukup dengan kemampuan untuk memahami emosi diri dan orang lain, maka kecerdasan emosial akan dapat mencegah manusia untuk melakukan tindakan yang dapat menimbulkan konflik atau emosional masyarakat, karena orang yang dapat mengenali emosi orang lain belum tentu dapat mencegah untuk menimbulkan emosi orang lain.
Kecerdasan (SQ) merupakan kemampuan seseorang untuk mencari makna dan tujuan dalam hidup, serta memiliki kesadaran yang tinggi sehingga dapat mengontrol tindakan yang dapat merugikan orang lain serta dapat menciptakan hubungan yang baik sesama manusia. Aspek ini membentuk nilai-nilai, etika, moralitas, dan aspek-aspek spiritual dalam kehidupan.
Oleh karena itu manusia sangat perlu memiliki ketiga kecerdasan ini khususnya kepada pemerintah sebagai badan yang bertanggung jawab untuk mengatur kebijakan agar dapat mengatur setabilas negara dengan baik dan dapat pekah / memahami emosi orang lain, serta memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap tindakan yang dilakukannya sehingga tidak merugikan bangsa dan negara agar kepercayaan masyarat terhadap pemerintah tetap terjaga. (*)