Berita Mamasa

Pasien BPJS di Mamasa Dimintai Uang Bensin Ambulance, Pj Bupati Yakub F Solon Ngaku Tak Tahu

sebelumnya beredar informasi adanya pasien BPJS di Mamasa, dimintai uang oleh pihak Puskesmas.

Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Munawwarah Ahmad
hamsah Sabir Tribun Sulbar
Puskeasma Mamasa dikabarkan meminta uang kepada pasien BPJS 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Penjabat (Pj) Bupati Mamasa, Yakub F Solon, mengaku tak tahu soal adanya pasien BPJS Dimintai uang di Puskesmas Mamasa.

Saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, melalaui sambungan telepon, Yakub F Solon, tak berkomentar banyak soal itu.

"Saya tidak tahu itu, coba konfirmasi Kapusnya," singkat Yakub Solon, saat dikonfirmasi, Senin (2/10/2023).

Sebagaimana diketahui, sebelumnya beredar informasi adanya pasien BPJS di Mamasa, dimintai uang oleh pihak Puskesmas.

Pasien tersebut berinisial M (20) warga desa Malabo, Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Dari informasi dihimpun Tribun-Sulbar.com, pasien terdebut dimintai uang dengan nominal ratusan ribu untuk pembeli bensin ambulance dan biaya perjalanan perawat di jalan.

Hal ini dibenarkan oleh keluarga pasien Antika, saat dikonfirmasi via telepon whatsappnya, Senin (2/10/2023) sekira pukul 08:30 Wita.

"Iya keluarga saya mau melahirkan dan sejak pagi kemarin bidan sudah sampaikan akan dirujuk ke RSUD Polman," jelasnya.

Ia mengakatan, uang yang diminta pihak Puskesmas tersebut sebanyak Rp 760 ribu, dengan dalih pembeli bensin ambulance dan biaya perjalanan perawat.

Ia mengku, pihak keluarga sempat kebingungan saat pihak Puskesmas meminta uang tersebut, sementara BPJS keluargany itu aktif.

Sehingga lanjut Antika, pihaknya mempertanyakan hal tersebut kepada Kepala Puskesmas Mamasa, Yusup, untuk mengetahui secara jelas pembayaran terdebut.

"Saya konfirmasi ke Kapus dan dia juga membenarkan hal itu, dengan alasan untuk biaya jalan perawat dan pembeli bensin Ambulance," paparnya.

"Alasannya, tidak ada anggaran karena klaim BPJS belum dibayarkan,"sambungnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, berdasarkan hal itu dirinya kemudian menjelaskan kepada keluarga yang lain.

Sehingga kata dia, pihaknya sepakat untuk membayar biaya tersebut.

"Saya ke bidannya dan kami sempat beredu mulut, karena budannya bilang kami keluarga pasien sok tau," katanya.

Ia katakan, keluarganya itu telah berada di RSUD Andi Depu Polman.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi ke kepala Puskesmas Mamasa, Yusuf, belum berhasil.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Hamsah Sabir.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved