Berita Mamasa
Cerita Mas Cecep Penjual Bakso Keliling di Mamasa Asal Jabar, Dapat Gaji Rp 80 Ribu Per Hari
Kini Cecep dan keluarganya hidup di rumah kos - kosan di Jl Ahmad Yani, Kelurahan Mamasa, Kabupaten Mamasa.
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Cecep-Sofian-45-penjual-balso-keliling-saat-ditemui.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Cerita Cecep Sofian (45) asal Jawab barat (Jabar), penjual bakso keliling di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).
Mas Cecep sapaan akrabnya, Ia bersama istri dan ketiga anaknya, memelih merantau ke Mamasa sejak tahun 2020 lalu.
Kini Cecep dan keluarganya hidup di rumah kos - kosan di Jl Ahmad Yani, Kelurahan Mamasa, Kabupaten Mamasa.
Tiap hari ia keliling menjajakan jualan baksonya.
Mulai dari pukul 07:00 Wita ia keliling Kota Mamasa, hingga pukul 16:30 Wita.
Cecep mengaku, ia tinggal di Mamasa sudah empat tahun lamanya.
"Sejak pandemi saya dan keluarga datang di Mamasa Mas, sekitar empat tahun mi," unjar Cecep kepada saat ditemui Tribun-Sulbar.com, di Jl Poros Mamasa - Polman, Desa Osango, Kecamatan Mamasa.
Ia menuturkan, usaha bakso keliling itu, bukan milik pribadinya, melainkan berstatus sebagai karyawan salah satu pemilik usaha bakso di Mamasa.
"Saya punya bos di dekat saya ngekos Mas," katanya.
Ia mengaku, dari hasil jualannya, ia digaji 20 persen oleh bosnya.
Cecep mengemukakan, kadang ia dapat untung sehari Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu.
"Sekarang pemebeli berkurang Mas, jadi omzet menurun," tutur Cecep.
Ia juga menceritakan, dari hasil tersebut ia membiayai istri dan anak - anaknya.
Bahkan, dari hasil usahanya juga untuk menyewah kos - kosan.
"Saya kan ngekos di Mamasa Mas, dengan harga Rp 250 ribu per bulan," ungkap Cecep dengan mata berkaca - kaca.