Berita Pasangkayu
Kisah Nenek Dahlia Jual Jepa di Pasangkayu Ingin Naik Haji
Warga Pasangkayu sudah tahu Jepa buatan Mama Jamlia itu memang enak berjualan dari pukul 06.00 WITA hingga pukul 09.00 WITA.
Penulis: Jufriadi | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Dahlia-64-atau-Mama-Ja.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Makanan khas suku mandar seperti Jepa, masih mudah ditemukan di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Makanan tradisional terbuat dari bahan singkong dan parutan kelapa ini dijual di Jalan Muh Hatta, Kelurahan Pasangkayu Kecamatan Pasangkayu.
Adalah ibu Dahlia (64), si penjual Jepa, yang buka setiap hari di lapak sederhana miliknya di jalan tersebut.
Warga Pasangkayu sudah tahu Jepa buatan Mama Jamlia itu memang enak.
Dahlia berjualan dari pukul 06.00 WITA hingga pukul 09.00 WITA.
Seperti halnya, saat jurnalis Tribun-Sulbar.com datang ke Jalan Muh Hatta, di lapak milik Dahlia atau mama Jamlia, Minggu pagi (13/8/2023).
Sembari memperlihatkan skill cara memasak, Dahlia berbagi pengalaman bahwa ilmu memasak Jepa diperoleh dari kedua orangtuanya puluhan tahun lalu.
Dia menjual Jepa di Pasangkayu, selain karena hobby memasak ternyata Dahlia juga ingin ada penghasilan sendiri.
"Mencari uang," ucapnya, begitu ia beralasan mengapa masih menjual Jepa di masa tua.
Suaminya Jamaluddin sudah meninggal dunia sejak 2010 lalu.
Anaknya berjumlah 7 orang juga sudah berkeluarga.
Dari usaha jualan Jepa ini, Dahlia ingin berangkat ke tanah suci.
Sekarang sudah menabung tapi belum untuk ke tanah suci.
"Kalau keinginan, saya sangat mau ke tanah suci, Mekkah," ungkapnya.
"Saya menabung sedikit demi sedikit, untuk ongkos saya pulang ke kampung setiap tahun," ucapnya melanjutkan.