Berita Polman

CATAT! Besok Disdag Polman Gelar Operasi Pasar GAs 3 Kg, Satu Tabung untuk Satu Kepala Keluarga

Andi Chandra menyebut, sejumlah kecamatan di Polman kesulitan memperoleh tabung sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

|
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
Tribun Sulbar / Abd Rahman
Stok tabung gas LPG 3 Kg di agen PT Hamirna Mitra Tama di Jl Jendral Sudirman, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sebanyak 5.600 tabung gas LPG 3 kilogram (Kg) subsidi disiapkan Dinas Perdagangan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), untuk mengatasi kelangkaan.

Disdag Polman menyiapkan ribuan tabung gas itu khusus untuk operasi pasar, demi menekan dan menstabilkan harga tabung yang semakin mahal.

Hingga Sabtu (29/7/2023) harga tabung di sejumlah kios pengecer mencapai Rp40 ribu per tabung.

Baca juga: Gas 3 Kg Langka, Polisi di Pasangkayu Ingatkan Agen Jangan Jual Lebihi HET, Adrian: Akan Kami Tindak

Baca juga: Emak-Emak di Pasangkayu Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram Sudah Sepekan

Padahal pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) tabung gas Rp18.500 per tabung.

"Operasi pasar ini kami adakan mulai Senin (31/7/2023)," ujar Kepala Dinas Perdagangan Andi Chandra.

Andi Chandra menyebut, sejumlah kecamatan di Polman kesulitan memperoleh tabung sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Mulai Matakali, Campalagian, Luyo, Balanipa hingga Mapilli.

"Hanya satu tabung untuk satu kepala keluarga," ia menambahkan.

Sebelumnya diberitakan, gegara kelangkaan tabung gas LPG 3 kg subsidi, Dinas Perdagangan Polman didemo warga, Kamis (20/7/2023).

Warga meminta agar Dinas Perdagangan (Disdag) segera mengatasi jeritan warga yang kesulitan menukarkan tabung gas.

Warga yang datang pun sempat berorasi menyampaikan keluhannya atas kelangkaan tabung gas.

Tak puas dengan orasi, mereka pun akhirnya menemui sejumlah pejabat di kantor tersebut.

Salah satu perwakilan massa aksi, Zubair mengatakan kelangkaan yang terjadi sudah berlangsung lama.

"Kita meminta agar ada upaya tegas dari Dinas Perdagangan untuk segera mengatasi kelangkaan ini," ujar Zubair saat audiens bersama kepala bidang perdagangan.

Zubair meminta agar Disdag Polman terus menelusuri dan mencari penyebab terjadinya kelangkaan.

Ia menduga terjadi permainan antara agen penyalur ke pangkalan, lalu ke pengecer tabung gas.

Selain langka kata Zubair, harga tabung gas di pengecer melambung tinggi mencapai Rp 40 ribu satu kali tukar.

"Kita menduga ini pangkalan yang bermain dengan pengecer sehingga, pengecer kasi naik harga," lanjutnya.

Ia menyebut pengecer selama ini memperoleh tabung gas di beberapa pangkalan.

Pengecer lalu menjual tabung gas dengan harga mahal, karena diduga pangkalan menjualnya di atas harga eceran tertinggi (HET). (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved