Berita Viral
Tradisi Haji 'Emas' Orang Bugis Makassar, Pulang Berhaji Pakai Baju Bling-bling Menyilaukan
Bagi dia ada kepuasan tersendiri dibanding membeli emas di Makassar. Ia merasa lebih berkarisma jika memakai emas dari Tanah Suci.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Potret-Daeng-Kanang-jemaah-haji-asal-Makassar-kenakan-180-gram-emas-0001.jpg)
Lantas apa alasan Suarnati Daeng Kanang membalut dirinya dengan perhiasan emas hingga 180 gram?
Bagi dia ada kepuasan tersendiri dibanding membeli emas di Makassar.
Ia merasa lebih berkarisma jika memakai emas dari Tanah Suci.
"Karismanya beda dan saya percaya kalau sakit terus pakai emas dari Tanah Suci bisa sembuh," tutur warga Jl Muhammad Tahir Lepping Makassar ini.
Perawat Kloter UPG 3, Hastiah Hamadong Lukman mengatakan, pulang dengan perhiasan emas di tubuh bak sudah menjadi tradisi budaya warga Makassar, terutama dari suku Bugis.
"Itu sudah menjadi tradisi atau Sompa, layaknya menjalani wisuda. Makanya mereka menyiapkan khusus,” kata Hastiah dikutip dari Kompas.com.
Namun, karena takut viral di dunia maya, mereka menutupi busana yang dikenakan dengan rukuh.
Bahkan, dengan baju tujuh lapis. Meski begitu, masih ada nenek Asnan Nompo (68) yang berganti pakaian berwarna keemasan dengan kerudung bermanik-manik keemasannya juga.
Untuk mengganti pakaiannya, ia dibantu petugas Jemaah haji dari Daerah Kerja (Daker) Bandara Petugas Pelaksana Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi, Rina Nurmalia.
Bahkan, petugas Wukalla dari Arab Saudi pun sangat antusias untuk mengabadikan momen Nenek Asnan berubah menjadi princess.
Di embarkasi juga sudah disediakan perias yang siap mempercantik kaum perempuan usai menjalani haji. Tak perlu muda untuk tampil cantik, tua pun bisa heboh.
Bahkan, ibu-ibu yang harus berjalan dengan dibantu tongkat tetap membawa dua tas tenteng yang sangat berat dan penuh sesak. (*)