Jumat, 17 April 2026

Berita Sulbar

TOT Dai Peduli Inflasi, Muballigh Diminta Ajak Masyarakat Terhindar dari Perilaku Mubassir

Bahkan, kata dia, setiap hari pemerintah daerah bersama-sama pemerintah pusat terus melakukan rapat koordinasi terkait penanganan inflasi.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto TOT Dai Peduli Inflasi, Muballigh Diminta Ajak Masyarakat Terhindar dari Perilaku Mubassir
ist/Tribun-Sulbar.com
Sekprov Sulbar Muhammad Idris hadiri pembukaan Training Of Trainers Da'i Peduli Inflasi Bank Indonesia Perwakilann Sulbar bekerjasama Pengurus Majelis Ulama (MUI) Provinsi Sulbar di Hotel Grand Maleo Mamuju, Kamis (9/3/2023). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sekertaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat (Sulbar) Muhammad Idris apresiasi Training Of Trainers Da'i Peduli Inflasi Bank Indonesia Perwakilann Sulbar bekerjasama Pengurus Majelis Ulama (MUI) Provinsi Sulbar.

Idris mengatakan, meski Sulbar peringkat enam dalam pengendalian inflasi tahun 2022, namun semua elemen tetap perlu waspada apalagi pada momen tertentu seperti Ramadan dan Idul Fitri.

"Daerah ini harus dijaga sehingga tidak terlena dalam kondisi inflasi yang tinggi. Apa yang diinginkan Presiden betul-betul kita jaga," kata Idris dalam sambutannya di acara tersebut.

Bahkan, kata dia, setiap hari pemerintah daerah bersama-sama pemerintah pusat terus melakukan rapat koordinasi terkait penanganan inflasi.

Tujuannya, supaya inflasi terkendali secara nasional.

"Karena bayangkan kalau terus menerus naik (harga), sangat susah untuk turun kembali," pungkasnya.

Mantan Kepala LAN Makassar itu mengungkapkan, tantangan di Sulbar dalam pengendalian inflasi apalagi menjelang Ramadan dan Idul Fitri karena ada kecenderungan semakin gila-gilaan konsumsi masyarakat

"Ini gejala berbeda dengan negara-negara islam lain, mereka tidak mengalami peningkatan konsumsi saat Ramadan dan Idul Fitri, sama saja," ucapnya.

Karena itu, Sekprov mengajak para Dai agar semakin objektif dengan mengajak masyarakat terhindar dari perilaku mubassir.

"Dai juga harus bisa mengukur permasalahan dan bisa menyelesaikan," imbuhnya.

Selain itu, Idris juga mengajak para Dai terus beradaftasi. Menerapkan berbagai model dalam menyampaikan dakwah atau ajakan.

"Sulbar ini hanya enam kabupaten, harus ada pertukaran Dai, sehingga apa yang kita sampaikan itu lebih fresh," tuturnya.

Sementara itu, Sekertaris MUI Sulbar Muh Sahlan mengatakan, inflasi bisa menjadi ancaman, sehingga Bank Indonesia melakukan upaya agar masyarakat bisa memahami apa itu inflasi dengan menggandeng MUI lewat pelaksanaan TOT Dai Peduli Inflasi.

"Kegiatan ini (TOT) sangat penting. Setiap ramadan itu selalu melonjak harga, nah ini yang mau disampaikan kepada masyarakat bahwa Ramadan dan di luar Ramadan pola konsumsi kita harus tetap stabil sehingga harga pangan tidak naik," katanya.

Sahlan berharap, para Dai atau Mubaligh peserta TOT bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat agar pola konsumsi tetap stabil dalam kehidupan sehari-hari di bulan Ramadan dan terhindar dari perilaku mubassir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved