Penemuan Granat
Granat Aktif Ditemukan Bocah di Mamasa Masih Aktif Sempat Dibawa ke Rumah
Lima personel Polda Sulbar itu didatangkan untuk mengevakuasi granat yang sebelumnya ditemukan bocah lima tahun di tepi sungai.
Penulis: Adriansyah | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Proses-evakuasi-granat-yang-ditemukan-bocah-lima-tahun-di-Mamasa.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Siang tadi Polda Sulbar mendatangkan lima personil Tim Jibom Detasemen Gegana ke lokasi penemuan granat di Kecamatan Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa.
Lima personel Polda Sulbar itu didatangkan untuk mengevakuasi granat yang sebelumnya ditemukan bocah lima tahun di tepi sungai.
Tim Penjinak Bom dipimpin langsung Kepala Unit Jibom Detasemen Gegana Polda Sulbar, Iptu Sulkarnain, Minggu (5/3/2023).
Sebelumnya, pada 4 Maret 2022 sekira pukul 8.00 wita, seorang bocah 5 tahun bernama Panji bersama ayahnya, Muliadi menemukan bahan peledak berupa Granat, saat hendak mencari batu kerikil di sungai kecil dekat area persawahan miliknya.
Bahan peledak berupa Granat tersebut, ditemukan di wilayah Dusun Kanan, Desa Leko, Kecamatan Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa.
Usai ditemukan, granat tersebut sempat dibawa Panji dan Ayahnya ke rumahnya lalu dibersihkan lantaran penasaran.
Atas saran saudara Muliadi, bom itu dijauhkan dari jangkauan warga.
Muliadi lalu membawa granat itu ke tempat penemuan semula.
Setelah mendapat laporan dari warga, etugas kepolisian langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Namun, Polisi yang tiba di lokasi kejadian tak dapat berbuat banyak.
Petugas hanya bisa mengamankan barang bukti dan mengamankan lokasi TKP.
Setelah mendapat laporan, Tim Jibom Detasemen Gegana Polda Sulbar langsung bergegas menuju lokasi kejadian.
Karena jarak tempuh yang tidak dekat, maka proses evakuasi dilakukan sehari setelah Granat ditemukan warga.
Kepala Unit Jibom Detasemen Gegana Polda Sulbar, Iptu Sulkarnain mengatakan, setelah dilakukan evakuasi oleh Tim Jibom, Granat jenis nanas yang ditemukan warga ternyata masih aktif.
Menurut dia, granat tersebut diduga kuat peninggalan tahun 1953 silam.