Kebakaran Pasar
Usai Kebakaran, Aktivitas di Pasar Lama Mamuju Normal Kembali
Usai terbakar, situasi Pasar Sentral atau Pasar Lama di Jl Letjen Hertasning, Kelurahan Binanga, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) kembali normal.
Penulis: Zuhaji | Editor: Habluddin Hambali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Bagian-depan-gudang-los-dagang-milik-Tasrif.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Usai terbakar, situasi Pasar Sentral atau Pasar Lama di Jl Letjen Hertasning, Kelurahan Binanga, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) kembali normal.
Salah seorang pedagang, Hadi Wijaya mengaku sempat kaget ketika terjadi kebakaran tepat di sebelah lapaknya.
"Beruntung saya belum pulang semalam," ujarnya kepada Tribun-Sulbar.com saat ditemui langsung tidak jauh dari lokasi kejadian, Minggu (26/2/2023).
Kata Hadi, seluruh pedagang yang masih berada di lapaknya berbondong-bondong memadamkan kobaran api yang mulai membesar.
Satu-satunya alternatif air warga bersumber dari masjid yang berada di bagian belakang los pedagang yang terbakar itu.
"Langsung ambil air dari masjid yang baru dibangun di belakang," jelas Hadi.
Lanjutnya, tidak lama berselang pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Disdamkartan) Mamuju sudah berada di lokasi kejadian untuk segera memadamkan api.
"Iya tidak lama api menyala, sudah ada pemadam, mungkin ada uang telepon," kata dia.
Beberapa waktu kemudian, api berhasil dijinakkan oleh tim pemadam yang bekerja.
Sebanyak tiga unit los pedagang hangus terbakar, yang paling parah satu gudang diantara tiga los tersebut.
"Mobil pemadam juga ada tiga, mungkin baru dua yang jalan, api sudah padam," singkatnya.
Sementara itu, pedagang sayur, Ati menjelaskan pemadam kebakaran sempat kesulitan masuk dari belakang lapak.
Alhasil, petugas kembali memutar arah dan memarkir kendaraan di jalan utama pasar.
"Tidak bisa lewat karena terlalu tinggi, kena seng dan terpal pedagang," tutupnya.
Sebelumnya, pemilik los dagang di Pasar Sentral Mamuju, Tasrif nampak sedih usai kebakaran yang menimpa tempatnya mencari rezeki.