Opini
Refleksi Ekspor dan Impor Sulbar Sepanjang 2022
Indikator yang dirilis ini merupakan hasil kompilasi data transaksi perdagangan antar negara seperti transaksi ekspor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Statistisi-Ahli-Muda-di-BPS-Provinsi-Sulawesi-Barat-Eka-Khaerandy-Oktafianto-SST-MSi.jpg)
Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya dengan andil hanya sebesar 2,09 persen.
Produk lainnya pada tahun 2022 tersebut tersebut diantaranya adalah kakao/coklat dengan nilai sebesar US$ 9,45 juta (2,43 persen), Resin dan Rosin, dan Minyak Turpentine sebesar US$ 19,13 juta (3,70 persen).
Sedangkan sisanya 0,01 persen di sumbang oleh ekspor komoditas lak, getah dan damar senilai US$ 1,12 juta (0,29 persen), serta komoditas lainnya seperti ikan dan udang senilai US$ 12,2 ribu, sabut kelapa senlai US$ 11,02 ribu, sapu lidi senilai US$ 9,2 ribu, barang kiriman senilai US$ 6,9 ribu, dan kopi senilai US$ 1,19 ribu.
Produk-produk tersebut di ekspor ke negara diberbagai belahan benua di dunia seperti China, India, Jepang, Malaysia, Brunei, Pakistan, Arab Saudi, Vietnam, Philipina, Taiwan, USA, Meksiko, Maroko, Belanda, Portugal hingga Russia.
Impor Sulawesi Barat disumbang oleh Sektor Migas
Hingga pada posisi tahun 2022 saat ini, impor Sulawesi Barat mencapai US$ 2,85 juta, meningkat sebesar 67,64 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 1,70 juta.
Komoditas impor tahun 2022 yang ada di Sulawesi barat ini disumbang oleh sektor non migas, yaitu komoditas Bitumen Petroleum, dimana komoditas tersebut adalah bahan baku untuk membuat aspal jalan.
Produk ini di impor dari negara Singapura dan Malayisa. Sedikit berbeda dibandingkan tahun 2021, dimana komoditas impor selain Bitumen Petroleum juga terdapat impor mesin-mesin untuk keperluan industri pengolahan yang di impor dari Malaysia.
Neraca Perdagangan Sulawesi Barat
Neraca perdanganan luar negeri Sulawesi Barat pada tahun 2022 mengalami surplus sebesar US$ 347,69 juta, namun nilai surplus nya mengalami penurunan sebesar 46,72 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dimana neraca perdagangannya surplus US$ 510,14 juta.
Melihat data diatas, memang perekonomian Sulawesi Barat masih sangat bergantung kepada kelapa sawit.
Struktur pertumbuhan ekonomi sulawesi barat pada triwulan 3 tahun 2022 juga didominasi oleh sektor pertanian dan industri (yang didominasi oleh kelapa sawit) yang memberikan kontribusi sebesar 55.3 persen.
Selain itu, subsektor perkebunan juga memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi dan penghasil devisa.
Peluang ekspor produk lain
Sulawesi Barat sudah bisa menaikkan share ekspor komoditas lain selain produk olahan sawit dari 2,06 persen pada tahun 2021 menjadi 6,43 persen di tahun 2022.