Piala Dunia 2022
Piala Dunia 2022 - Gol Ritsu Doan dan Takuma Asano Ingatkan Kisah Ahn Jung Hwan
Gol Ritsu Doan dan Takuma Asano ingatkan publik akan kisah Ahn Jung Hwan pada dua dekade lalu di Piala Dunia Korea-Jepang tahun 2002.
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gelandang-timnas-jepang-ritsu-doan-depan-melakukan-selebrasi.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Pemain tim nasional (timnas) Jepang, yakni Ritsu Doan dan Takuma Asano ingatkan publik akan pesepakbola Korea Selatan, Ahn Jung Hwan.
Ritsu Doan san Takuma Asano membantu timnas Jepang memenangi laga kontra Jerman pada laga perdana Grup E Piala Dunia 2022.
Melakoni laga di Stadion Internasional Khalifa, Doha, pada Rabu (23/11/2022), Ritsu Doan terlebih dahulu menjebol gawang timnas Jerman pada menit ke 75.
Lalu, giliran Takuma Asano mengoyak jala gawang timnas Jerman pada menit ke 83.
Gol Takuma Asano sekaligus mengunci kemenangan Jepang atas Jerman dengan skor 2-1.
Meski, Ritsu Doan dan Takuma Asano berhasil mempersembahkan kemenangan bagi timnas Jepang, namun publik teringat akan kisah Ahn Jung Hwan pada turnamen di Korea Selatan-Jepang dua dekade lalu.
Baca juga: Rapor Pemain Jepang Saat Kalahkan Jerman, Tiga dari J-league, Sukses Bungkam Mulut Der Panzer
Baca juga: Hasil Piala Dunia 2022 - Jerman Kalah 2-1 dari Jepang
Bagaimana tidak. Ritsu Doan dan Takuma Asano merupakan dua dari beberapa anggota timnas Jepang yang saat ini berkarier di Liga Jerman.
Ritsu Doan membela SC Freiburg, sedangkan Takuma Asano bermain untuk VfL Bochum.
Kisah Ahn Jung Hwan
Dua puluh tahun lalu, Ahn Jung Hwan mencetak gol emas kemenangan Korea Selatan atas Italia pada babak 16 besar Piala Dunia 2002.
Gol tersebut membuat Ahn Jung Hwan dielu-elukan sebagai pahlawan Korea Selatan.
Namun, di lain sisi Ahn Jung Hwan yang kala itu berkarier di Serie A bersama Perugia menjadi musuh nomor satu publik Italia.
Kini, dua dekade berselang dan pada turnamen Piala Dunia yang juga digelar di Asia, cerita mirip Ahn Jung Hwan terjadi.
Dikutip dari The Guardian pada Kamis (24/11/2022), Presiden Perugia, Luciano Gaucci, pun juga dibuat murka.
"Saya tidak berniat membayar gaji kepada seseorang yang telah merusak sepak bola Italia," kata Luciano Gaucci