Berita Mamuju Tengah
Kisah Andi Pengrajin Tempe di Mateng, Dulu Karyawan, Kini Punya Pabrik Sendiri dan Gaji Karyawan
Andi merupakan warga Tandru Tedong, Kabupaten Sidrap yang kini sudah menetap di Mamuju Tengah.
Penulis: Samsul Bachri | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Andi-Pengrajin-Tempe-di-Mamuju-Tengah-saat-ditemui-di-pabrik-tempe-miliknya.jpg)
Menurut Andi, kegagalan dapat terjadi ketika suhu panas saat perebusan kedelai tidak maksimal.
"Memang ada suhu tertentu, jadi suhu panasnya selalu terjaga, "ungkap bapak tiga anak ini.
Lanjutnya, proses mengolah kedelai jadi tempe butuh waktu berjam-jam.
" Lumayan lama pak, karena sebelum perebusan, kedelai terlebih dahulu direndam beberapa jam, setelah itu direbus sekira 3 jam dengan menggunakan uap kemudian di tiriskan, "urainya.
Dikatakan, setelah ditiriskan kemudian dicampur ragi lalu di kemas dan diangin-angini.
Dalam satu bungkus tempe, Andi jual dengan harga Rp 5.000.
"Dulu masih bisa Rp 10 ribu tiga bungkus pak, tapi sekarang semua bahan naik, termasuk kedelai, jadi harganya disesuaikan," ucapnya.
Sementara pendapatan yang diperoleh Andi dalam sehari mencapai Rp 3 juta.
"Sekitar 3 juta pak, belum keluar gaji karyawan, " pungkasnya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Samsul Bahri