Berita Mamuju Tengah
Kisah Andi Pengrajin Tempe di Mateng, Dulu Karyawan, Kini Punya Pabrik Sendiri dan Gaji Karyawan
Andi merupakan warga Tandru Tedong, Kabupaten Sidrap yang kini sudah menetap di Mamuju Tengah.
Penulis: Samsul Bachri | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Andi-Pengrajin-Tempe-di-Mamuju-Tengah-saat-ditemui-di-pabrik-tempe-miliknya.jpg)
TRIBUN-SULBAR. COM, MAMUJU TENGAH - Kisah Andi, seorang pengrajin tempe di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar).
Menjadi pengrajin tempe sudah dilakoni Andi sejak puluhan tahun lalu.
Andi merupakan warga Tandru Tedong, Kabupaten Sidrap yang kini sudah menetap di Mamuju Tengah.
Pria berkulit sawo matang itu awalnya merupakan karyawan di salah satu pabrik pembuatan tempe di daerahnya.
Namun, sejak dua tahun lalu, Andi membuka sendiri pabrik pembuatan tempe di Mamuju Tengah.
Awalnya pabrik pembuatan tempenya berada di Dusun Tallungallo, Desa Benteng, Tobadak.
Baru sekira tiga bulan, Andi pindah di Lorong Mandar 1 Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo.
"Awalnya di Tallungallo pak, karena tempatnya sudah habis kontraknya, akhirnya pindah di sini (Lorong Mandar 1) ," kata Andi saat ditemui di pabrik tempe miliknya, Selasa (4/10/2022).
Andi katakan, ia memulai usahanya bermodalkan pengalaman selama bekerja sebagai karyawan pabrik pembuatan tempe.
"Pengalaman dari situ pak, akhirnya buka sendiri pabriknya, " ujarnya.
Ia katakan saat ini dirinya mempekerjakan tiga karyawan di pabrik pembuatan tempenya.
"Alhamdulillah pak, ada tiga karyawan, dua orang bagian pemasaran, 1 orang yang bantu di pabrik," Katanya.
Dalam sekali pembuatan, Andi menghabiskan 200 hingga 250 kilogram kedelai, dengan total sekitar 300 bungkus tempe.
Kata Andi, membuat tempe perlu keahlian khusus karena kalau asalan bisa gagal.
"Dulu saya pernah gagal pak, rugi hingga jutaan rupiah, "kenangnya.