Sampah Mamuju

Sampah Menumpuk dan Busuk Depan Rumah Jabatan Ketua DPRD Mamuju Azwar Anshari Habsi

Sampah depan rumah jabatan ketua DPRD Mamuju itu campuran dari sisa makanan, sampah plastik, sampah basah dan limbah rumah tangga.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Tumpukan sampah yang mengeluarkan bau busuk dan menyengat di Jl AP Pettarani, Kelurahan Binanga, depan rujab ketua DPRD Mamuju, Sulbar, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Tumpukan sampah menggunung dan mengeluarkan bau busuk terjadi di Jl AP Pettarani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Rabu (28/9/2022) tumpukan sampah itu sudah mengeluarkan bau bangkai menyengat.

Sampah itu campuran dari sisa makanan, sampah plastik, sampah basah dan limbah rumah tangga.

Mirisnya sampah tersebut berada di depan rumah jabatan (rujab) ketua DPRD Mamuju Azwar Anshari Habsi.

Juga tak jauh dari kantor Pengadilan Negeri Mamuju yang berada di Jl AP Pettarani, Kelurahan Binanga.

Sampah itu sudah menumpuk sejak dua minggu terakhir ini, dan tak pernah diangkut.

"Sudah sejak dua minggu itu sampah tidak diangkut, karena petugas kebersihan juga tidak mengambilnya," terang salah satu petugas keamanan (satpam) rujab ketua DPRD Mamuju, Mustafa saat ditemui.

Ia berharap kepada petugas kebersihan agar sampah itu segera diangkut dan tidak berserakan lagi.

Mustafa mengaku kurang paham alasannya mengapa sampah itu tak diangkut padahal sudah mengeluarkan bau busuk.

"Apalagi kita hanya menjaga di sini, dan beliau ketua DPRD Mamuju juga tak berada di sini, lagi ke luar kota," lanjutnya.

Terpisah, Lurah Binanga, Firman mengatakan lokasi tempat sampah tesebut bukan milik pribadi rumah jabatan ketua DPRD Mamuju.

Melainkan lokasi sampah milik masyarakat umum, warga yang melintas dan membuang sampahnya di lokasi tersebut.

"Jadi itu sampah dari warga sekitar, memang di situ salah satu tempat sampah sementara," terang Firman saat dihubungi.

Ia mengaku akan segera menghubungi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang punya kewenangan.

Belum lagi, kata dia, tumpukan sampah tersebut sudah dua minggu tak diangkut oleh petugas.

"Saya hubungi dulu dinas terkait, supaya segera diangkut, karena sampah itu berada di wilayah kelurahan saya," ucapnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved