Jenazah Warga Ditandu

Jenazah di Polman Ditandu, Kadinkes Sulbar: Ambulans Bisa Digunakan Jika Ada Kesepakatan

Dikatakan, semestinya dilengkapi semua Puskesmas mobil ambulans jenazah. Sehingga, tidak terjadi lagi kejadian serupa.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar/Habluddin
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbardrg Asran Masdy saat diwawancarai di halaman kantor DPRD Sulbar, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Senin (19/8/2022) 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kepala Dinas Kesehatan Sulbar drg Asran Masdy turut menanggapi adanya jenazah ditandu di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman.

Menurutnya, tidak ada pelarangan dalam penggunaan mobil ambulans.

"Ini kejadian serupa di kabupaten lain dan kepala daerahnya sudah tegas agar ambulansnya digunakan," kata Asran, saat ditemui di DPRD Sulbar Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Senin (19/8/2022).

Baca juga: Penyebab Pasien dan Jenazah di Sulbar Terpaksa Ditandu, Ambulans Tak Tersedia Hingga Jalan Rusak

Baca juga: Kritik Pemkab Polman, Pemuda Campalagian: Daripada Bangun Bandara, Mending Beli Ambulans Jenazah

Akan tetapi, kata Asran ada kesepakatan antara Puskesmas dan keluarga pasien.

Selama ada kesepakatan bersama bisa dilakukan karena di atas mobil tidak ada kerandanya.

"Intinya kabupaten punya ranah. Jadi perlu penguatan koordinasi," ungkap Asran.

Dikatakan, semestinya dilengkapi semua Puskesmas mobil ambulans jenazah.

Sehingga, tidak terjadi lagi kejadian serupa.

Warga Desa Labuang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menggotong jenazah, viral di media sosial (medsos), Minggu (18/9/2022).(Ist)
Warga Desa Labuang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menggotong jenazah, viral di media sosial (medsos), Minggu (18/9/2022).(Ist) (Tribun Sulbar / Ist)

"Ini kita dorong agar setiap puskesmas ada mobil jenazahnya. Semakin banyak semakin bagus," ujarnya.

Asran juga meminta maaf atas kejadian di Polman adanya jenazah ditandu karena tidak adanya mobil ambulas di puskesmas.

"Saya sangat minta maaf kepada warga atas adanya kesalapahaman ini dan semoga tidak terulang lagi," tandasnya.(*)

Laporan wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved