Pembunuhan Aralle

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Pitu Ulunna Salu Minta Polda Sulbar Usut Tuntas Pembunuhan di Aralle

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Buntumal, Pore Padang beserta istri diduga dibunuh disertai perampokan di kediamannya di Aralle Kabupaten Mamasa.

Penulis: Zuhaji | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Zuhaji
Aksi demonstrasi Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Pitu Ulunna Salu tuntut kejelasan kasus pembunuhan kepala sekolah di Mamasa, pore padang dan istri, di Polda Sulbar, Jl Jl Mamuju-Kalukku, Tadui, Mamuju, Sulbar, Kamis (15/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ratusan masa aksi mendatangi kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat (Sulbar) tuntut kejelasan kasus pembunuhan kepala sekolah di Mamasa, pore padang dan istri.

"Sudah lebih dari 30 hari, tapi kepolisian belum bisa menemukan pelakunya," kata Koordinator Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Pitu Ulunna Salu, Muhammad Aslan saat melakukan orasi di depan gerbang kantor Polda Sulbar, Jl Mamuju-Kalukku, Tadui, Mamuju, Sulbar, Kamis (15/9/2022).

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Buntumal, Pore Padang beserta istri diduga terbunuh di kediamannya.

Masa aksi merasa, Kapolres dan Kasat Reskrim kabupaten mamasa, Kapolsek Aralle tidak mampu dalam menjalankan tugasnya mengusut kasus tersebut.

Kasus itu kemudian dilimpahkan ke Polda Sulbar yang hingga saat ini juga belum menemukan titik terang dibalik pembunuhan sadis tidak manusiawi.

"Pelaku masih berkeliaran, kami sakit hati," ujar Aslan.

Untuk itu, keluarga Korban dan seluru masyarakat menuntut atau meminta:

1. Meminta kepada aparat kepolisisan khusunya Kapolda Sulawesi Barat untuk segera memberikan kami kejelasan terkait pembunuhan yang terjadi di daerah Kami.

2. Meminta kepada kepolisian khususnya kepada Kapolda Sulawesi Barat untuk segera mengungkap kasus pembunuhan ini.

3. Kami menduga kurang efektifnya kinerja dari Kapolresta Kabupaten Mamasa, terkait pengawalan, atau Ketidakmampuannya untuk mengungkap kasus pembunuhan ini, untuk itu kami meminta kepada Kapolda Sulawesi Barat untuk mencopot Kapolresta Mamasa beserta jajarannya, dalam hal ini Kasad Reskrim, dan Kasad Intel Polresta Mamasa.

4. Kami Menduga bahwa lemahnya pengawasan para aparat kepolisian yang bertugas di wilayah kami yaitu Kapolsek Aralle, khususnya di bidang keamanan masyarakat yang mengakibatkan terjadinya pembunuhan di Kecamatan Aralle, lalai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, olehnya itu kami meminta kepada Kapolda Sulawesi Barat untuk mencopot Kapolsek Aralle beserta jajarannya.

Laporan Wartawan Tribunsulbar.com Zuhaji

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved