Harga BBM Naik

Pedagang Pasar Tradisional di Mamuju Khawatir Perputaran Modal Terhambat Imbas Kenaikan Harga BBM

Kata dia, ketika omset atau pendapatan pedagang menurun, maka perputaran modalnya terhambat.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Pedagang di kompleks pasar baru Jl Abdul Syakur, Kelurahan Karema, saat melayani para pembeli, pedagang khawatir omset berkurang saat bahan pokok mulai mengalami kenaikan, Sabtu (10/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Para pedagang pasar tradisional di Pasar Baru Mamuju, Jl Abdul Syakur, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mulai khawatir setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Pedagang khawatir lantaran sejumlah bahan pokok saat ini mulai mengalami kenaikan.

"Yang kami khawatirkan ini jagan sampai pembeli berkurang, pasti omset menurun," terang Rafli salah satu pedagang di Pasar Baru Mamuju saat ditemui, Sabtu (10/9/2022).

Kata dia, ketika omset atau pendapatan pedagang menurun, maka perputaran modalnya terhambat.

Ketika hal itu terjadi dalam waktu satu bulan saja, maka dapat menyebabkan pedagang gulung tikar.

"Kalau tidak kembali modal, susah dapat barang pokok yang baru, stok lama pasti busuk kalau jenis sayuran," lanjutnya.

Ia pun merasa khawatir akan kondisi itu, pasalnya mereka harus mengikuti harga terbaru dari pemasok barang.

Senada dengan Rafli, salah satu pedagang lainya, Husaini, juga mengungkapkan kekhawatirannya.

"Pernah kondisi itu terjadi, tapi paling rentang itu pedagang pasar yang modalnya kecil, kadang tidak bisa bertahan," ujar Husaini.

Menurutnya, para pedagang yang memutar modal dalam skala besar dapat mengatasi hal itu.

Paling tidak, lanjut dia, pedagang besar akan merugi namun tak sampai gulung tikar.

Berbeda dengan pedagang kecil yang berjejer di kompleks pasar, mereka harus berusaha bisa bertahan.

"Minimal setengah barangnya terjual, agar bisa memutar modal, untuk mengambil barang baru," ungkapnya.

Dikatakan, saat ini pembeli mulai mengeluhkan kenaikan harga, bahkan kadang tak jadi membeli.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved