Harga BBM Naik

Pedagang Pasar Tradisional di Mamuju Khawatir Perputaran Modal Terhambat Imbas Kenaikan Harga BBM

Kata dia, ketika omset atau pendapatan pedagang menurun, maka perputaran modalnya terhambat.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Pedagang di kompleks pasar baru Jl Abdul Syakur, Kelurahan Karema, saat melayani para pembeli, pedagang khawatir omset berkurang saat bahan pokok mulai mengalami kenaikan, Sabtu (10/9/2022). 

Adapun bahan pokok yang mengalami kenaikan, ialah cabai merah, dan cabe keriting.

Cabe merah awalnya berada di harga Rp 35 per kilogram (kg), naik menjadi Rp 45 per kg

Sementara cabe keriting awalnya Rp 45 naik menjadi Rp 50 ribu per kg.

Kemudian beras ukuran lima kilo naik menjadi Rp 51 ribu per kilogram, awalnya hanya Rp 48 ribu per kilogram.

"Bahan pokok yang naik itu di datangkan langsung dari Enrekang, dan ada juga dari Sidrap," tambahnya.

Kepala bidang perlindungan konsumen Dinas Perdagangan Mamuju, Andi Ecce Tenrisaung mengatakan biya pengiriman transportasi barang yang bertambah.

Menjadi pemicu naiknya sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional.

"Ini baru beberapa yang naik, mungkin minggu depan akan naik lagi jika stok lama sudah habis," ungkapnya.

Dikatakan kenaikan sejumlah bahan pokok di pasar tradisional akan terus diawasi dan dipantau.

Agar para pedagang pasar menaikkan bahan pokok sesua dengan ketentuan dari pemasok.

"Supaya tidak saling memberatkan antara pedagang dan pembeli, jagan juga dikasi naik terlalu," ujarnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved