HIV Sulbar

Kadis Kesehatan Sulbar Dokter Asran Sebut Kemungkinan Sembuh Penderita HIV Rendah

Bahaya penyakit HIV akan berkembang memengaruhi kesehatan setiap orang secara bervariasi, tergantung pada usia, sistem imun,

Penulis: Zuhaji | Editor: Munawwarah Ahmad
ist
Ilustrasi HIV AIDS 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Bahaya penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) akan berlangsung begitu terinfeksi, di mana virus masuk ke tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sulawesi Barat (Sulbar) drg Asran menuturkan HIV akan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4 (sel T atau sel pembantu), yang penting untuk sistem imun tubuh.

"Sistem imun tubuh akan langsung diserang terus-menerus hingga sulit hidup sehat," kata dia kepada Tribun-Sulbar.com, Selasa (30/8/2022).

Bahaya penyakit HIV akan berkembang memengaruhi kesehatan setiap orang secara bervariasi, tergantung pada usia, sistem imun, dan tingkat kesehatan secara menyeluruh.

"Sama halnya dengan covid, tapi HIV ini berkepanjangan membuat penderitanya tersiksa dengan tingkat pemulihan rendah," jelasnya.

Setelah terinfeksi HIV, tubuh manusia berangsur kehilangan kemampuan untuk melawan virus, bakteri, dan organisme penyebab penyakit.

"Secara signifikan tubuh akan terganggu, sehingga lebih rentan mengalami berbagai infeksi," ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar sejak 2018 hingga 2022 tercatat sebanyak 173 kasus HIV.

Dia mengatakan tren peningkatan kasus per tahun di Sulbar bergerak naik turun. Capaian tertinggi terjadi pada 2019 sebanyak 71 kasus dalam setahun.

"Penyumbang terbanyak ada dua, dari Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar," ungkap Staf Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Sulbar Nurul, di Kantor Dinkes Sulbar, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Simboro, Mamuju, Selasa (30/8/2022). (*)

Laporan Wartawan TribunSulbar.com Zuhaji

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved