Harga Mie Instan Naik

Penjual Sop Ubi di Polman Khawatir Jika Harga Mie Instan Naik

Rencana kenaikan harga mi instan ini dikeluhkan pedagang warung makan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Penulis: Kamaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Kamaruddin
Warung sejuk pacuan kuda milik Ros di Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman. Ros mengaku khawatir jika harga mie instan naik dua kali lipat. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Pemerintah telah mengingatkan harga impor gandum akan melambung akibat sulitnya rantai pasok impor dari Ukraina akibat peperangan.

Dengan naiknya harga gandum impor, harga makanan-makanan turunannya pun dipastikan segera melesat.

Setidaknya, harga mie instan yang disebutkan bakal melonjak tiga kali lipat.

Rencana kenaikan harga mi instan ini dikeluhkan pedagang warung makan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Pemilik warung makan sejuk pacuan kuda, di Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Ros mengaku kaget mendengar rencana kenaikan harga mi instan tersebut.

"Saya juga baru tau kalau akan naik hingga tiga kali lipat, kalau betul pembeli sop ubi pakai mi akan semakin berkurang" ucap Ros.

Ibu Ros sapaannya menjual beberapa makanan seperti nasi kuning, nasi campur, mi siram serta sop ubi.

Ros mengatakan, saat ini sop ubi adalah makanan yang paling laris dilapaknya.

Sop ubi Ros menggunakan mi instan merek Mie eko yang dia beli di pasar seharga Rp 45 ribu satu dos.

Dia mengatakan, jika harga mi instan akan naik tiga kali lipat dia juga akan menaikkan harga sop ubinya.

"Kalau betulan naik terpaksa kita juga naikkan harga dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu" ungkapnya.

Diketahui, harga mi instan di toko kelontong di Kabupaten Polman bervariasi.

Dari harga Rp 1.500 hingga Rp 4 ribu persatu kemasan mi instan. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved