Berita Polman
Peternak Mulai Resah, Belasan Ekor Sapi Mati Mendadak di Campalagian
Sebanyak 15 ternak sapi di Desa Parappe mendadak mati dalam waktu beberapa bulan terakhir, tanpa diketahui penyebabnya.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Suardi-salah-seorang-peternak-di-Desa-Parappe.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Belasan ekor sapi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mati, membuat peternak di Desa Parappe, Kecamatan Campalagian,
resah.
Sebanyak 15 ternak sapi di Desa Parappe mendadak mati dalam waktu beberapa bulan terakhir, tanpa diketahui penyebabnya.
Salah satu sapi yang mati adalah milik peternak Suardi, warga Desa Parappe, Kecamatan Campalagian.
Suardi mengaku satu ekor sapinya ikut mati sejak satu bulan lalu. Sapinya mati baru berusia beberapa bulan.
Sebelum mati, ternak sapi miliknya mengalami gejala kurang nafsu makan dan kurus.
Bukan hanya dirinya, tetapi ada belasan sapi di desa itu juga mendadak mati. Namun tidak mati dalam waktu bersamaan.
"Ada juga beberapa hari lalu mati disana , " ucap Suardi, sembari menunjuk ke area persawahan, Kamis (28/7/2022).
Karena mati mendadak, warga pun terpaksa mengubur di lokasi dimana bangkainya ditemukan.
Pria ini mengaku baru pertama kali ada banyak sapi mati di desa tersebut dan belum diketahui penyebabnya.
Suardi berharap adanya perhatian pemerintah untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya penularan penyakit terhadap ternak di desa setempat.
Warga khawatir sapinya mati karena serangan penyakit menular dan bisa menjangkit ke ternak lainnya.
Sebelumnya Dokter Hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Polman membenarkan adanya ternak sapi mati di wilayah Campalagian.
Belum diketahui pasti penyebab kematian ternak tersebut. Dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Polman telah melakukan investigasi.
"Kami sudah lakukan investigasi, " kata Dokter Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Polman, drh Isnaniah Bagenda, kepada tribun, Kamis (28/7/2022).
Isnaniah belum memastikan penyebab kematian belasan ternak sapi tersebut. Apakah terserang virus yang tengah menjadi pengawasan pemerintah belakangan ini.