Vaksinasi Ternak Hingga Menumpas Vektor Lalat Kuda, Langkah Pemprov Antisipasi Penyebaran Jembrana

Sebagai langkah pengendalian, Akmal menyebutkan, pihaknya akan melakukan vaksinasi jembrana karena vaksinnya di Indonesia sudah ada.

Editor: Ilham Mulyawan
Pemprov Sulbar
Pj Gubernur Sulbar, Akmal malik akan menjalankan dua langkah strategis untuk menumpas virus jembrana yang menyerang ternak 

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemprov Sulbar menjalankan sejumlah langkah pengendalian terkait ditemukannya virus jembrana pada sapi di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar sudah melakukan pemantauan bersama Dinas Tanapan Pangan, Hortikultura dan Peternakan (PTHP) Pemprov Sulbar dan Balai Besat Veterener Maros di lokasi kejadian.

Baca juga: 86 Hewan Ternak di Pasangkayu Mati, 81 Sapi Dipastikan Terinfeksi Virus Jembrana

Baca juga: Apa Itu Virus Jembrana? Penyebab 60 Ekor Sapi di Pasangkayu Sulbar Mati

Pj Gubernur Sulbar Akmal Malik menuturkan, penyakit jembrana yang ditemukan pada ternak sapi disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh vektor lalat kuda.

"Ini berbeda dengan virus atau penyakit mulut dan kuku (PMK). Seluruh Sulawesi selama ini belum pernah ada penyakit ini.," jelasnya.

Sebagai langkah pengendalian, Akmal menyebutkan, pihaknya akan melakukan vaksinasi jembrana karena vaksinnya di Indonesia sudah ada.

Sapi warga yang mati secara mendadak di area afdeling kilo Desa Makmur Jaya Kecamatan Tikke Raya Pasangkayu , Sabtu (16/7/2022).
Sapi warga yang mati secara mendadak di area afdeling kilo Desa Makmur Jaya Kecamatan Tikke Raya Pasangkayu , Sabtu (16/7/2022). (Tribun Sulbar / Egi Sugianto)

Langkah kedua adalah melakukan upaya pemberantasan vektor lalatnya dengan penyemprotan insektisida pada kandang dan truk.

Sementara itu, Kepala BPBD Sulbar Amri Ekasakti usai melakukan pemantauan bersama tim terpadu lainnya menyebutkan, secara teknis upaya tindaklanjut yang dilakukan pasca ditemukannya virus jembrana pada sapi ini antara lain, meminta pemilik ternak untuk melakukan isolasi atau karantina terhadap ternak yang ditemukan terjangkit virus.

"Tim pencegahan juga melakukan penyuntikan vitamin dan anti biotik pada sapi yang terjangkit virus jembrana oleh Dinas Peternakan Pasangkayu dan Dinas TPHP Provinsi Sulbar, bekerjasama dengan Balai Besar Veteriner Maros dalam upaya peningkatan imun ternak sapi " jelas Amri.

Lebih lanjut Amri menjelaskan, tim pencegahan penyebaran virus jembrana pada ternak sapi juga akan melaksanakan penyemprotan disinfektan terhadap ternak dan lokasi peternakan dengan menggunakan alat semprot dari BPBD Kabupaten Pasangkayu sedangkan alat semprot foging yang disediakan oleh pihak Perusahaan PT Lestari Tani Teladan (LTT) Donggala, PT Letawa Pasangkayu dan PT Mamoang Pasangkayu.

Bahan disinfektan disediakan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Pasangkayu, Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat serta Balai Karantina Pertanian Sulawesi Barat.

Terakhir, Amri menuturkan kalau Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat beserta Balai Besar Veteriner Maros melakukan koordinasi terkait menyiapkan vaksin virus jembrana sekaligus melakukan vaksinasi terhadap ternak sapi di wilayah Desa Makmur Jaya Kecamatan Tikke Raya, Pasangkayu.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved