Sudut Nalar

Minyak Goreng dan Watak Kehormatan

Tanpa berpikir lama, sejumlah swalayan tiba-tiba tampak menjadi pusat kerumunan massa di pagi buta.

Editor: Nurhadi Hasbi
Ustaz Nur Salim Ismail
Ustaz Nur Salim Ismail S. Th. I, M.Si. ketua LD PWNU Sulbar 

Oleh: Nur Salim Ismail
Ketua LDNU Sulawesi Barat

AWAL mula penetapan harga minyak goreng menjadi Rp14.000 telah memberi dampak signifikan bagi aktivitas rumah tangga dan home industry.

Tiba-tiba keberadaan minyak goreng lenyap di pasar.

Lalu, lambat laun kembali bermunculan, namun dalam harga fantastis. Ibu-ibu rumah tangga mengalami keresahan luar biasa.
Mereka bingung mengolah masakan tanpa lumuran minyak goreng.

Jurus rebus dan kukus sudah lama jadi sebatas pilihan di masa darurat saja.

Tanpa berpikir lama, sejumlah swalayan tiba-tiba tampak menjadi pusat kerumunan massa di pagi buta.

Belum seluruhnya minyak goreng didrop uot dari mobil, baris atrian emak-emak telah berderet sangat panjang.

Matanya melotot, tak ingin berkedip sedikitpun sebagai tanda kesiagaannya; jangan sampai tak punya jatah.

Mereka memang sudah jadi bagian dari apa dinamai dengan Komplotan Emak-emak Garis Keras...hehe....

Kamis kemarin, 31 Maret 2022, Kepolisian daerah Sulawesi Barat menggelar pasar murah bersama PT. Tanjung Sarana Lestari, Jl. Aiptu Nurman No. 1 Kalubibing Mamuju.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved