Kemenkumham Sulbar

Cegah Pelanggaran KI, Kemenkumham Sulbar Pantau Toko dan Pusat Perbelanjaan di Mamuju

“Kali ini, sejumlah pusat perbelanjaan di Kabupaten Mamuju didatangi oleh Tim KI Kemenkumham Sulbar,” ujar Juani.

Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Tim Kekayaan Intelektual (Tim KI) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat (Sulbar) gencar melakukan pengawasan dan pemantauan di sejumlah pusat perbelanjaan di Sulbar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Tim Kekayaan Intelektual (Tim KI) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat (Sulbar) gencar melakukan pengawasan dan pemantauan di sejumlah pusat perbelanjaan di Sulbar.

“Kali ini, sejumlah pusat perbelanjaan di Kabupaten Mamuju didatangi oleh Tim KI Kemenkumham Sulbar,” ujar Juani selaku Kepala Sub Bidang KI Kemenkumham Sulbar dalam rilis diterima TribunSulbar.com, Sabtu (26/3/2022).

Hal tersebut dilakukan dalam rangka pengawasan dan pemantauan sekaligus menginventarisir toko pusat perbelanjaan.

Tak hanya itu, Juani mengakui bahwa kegiatan yang dilakukannya bersama sejumlah Tim KI dalam rangka langkah awal pengususulan pemberian sertifikasi pusat perbelanjaan berbasis KI.

Baca juga: Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly Berikan Paspor untuk WNI Keturunan di Filipina

Baca juga: Jangan Lewatkan Obrolan Peneliti Kemenkumham Sulbar dan Dapat Hadiah Menarik

Tim Kekayaan Intelektual (Tim KI) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat (Sulbar) gencar melakukan pengawasan dan pemantauan di sejumlah pusat perbelanjaan di Sulbar.
Tim Kekayaan Intelektual (Tim KI) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat (Sulbar) gencar melakukan pengawasan dan pemantauan di sejumlah pusat perbelanjaan di Sulbar. (Ist/Tribun-Sulbar.com)

“Juga sekaligus sebagai upaya melakukan pencegahan pelanggaran kekayaan intelektual terhadap beredarnya produk-produk palsu di toko atau pusat perbelanjaan di kabupaten Mamuju,” sambungnya.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, pusat perbelanjaan terus berkomitmen untuk tidak memperjualbelikan produk yang melanggar kekayaan intelektual.

“Sehingga akan memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pengunjung atas produk yang diperjualbelikan,” lanjutnya.

Selain itu, dengan adanya program pemberiaan sertifikasi pusat perbelanjaan akan memberikan keuntungan dan jaminan atas produk yang dijualbelikan bebas dari pelanggaran kekayaan intelektual.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved