Ramadan 2022
7 Hal yang Dapat Membatalkan Puasa Ramadan Lengkap Perbuatan yang Menghapus Pahala Puasa
Selain makan dan minum, ada hal lain yang dapat membatalkan puasa yaitu haid/nifas, keluarnya air mani, bersenggama dan lain-lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Menurut-PP-Muhammadiyah-1-Ramadan-1443-H-jatuh-pada-Sabtu-2-April-2022.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Umat muslim bersuka cita menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1443 H / Ramadan 2022.
PP Muhammadiyah sudah menetapkan bahwa awal Ramadan 1443 H jatuh pada Sabtu 2 April 2022, meski pemerintah belum menetapkan awal Ramadan tahun ini.
Pada saat Ramadan, umat muslim yang berpuasa wajib menahan hawa nafsu yang dapat membatalkan puasa.
Selain makan dan minum, ada hal lain yang dapat membatalkan puasa yaitu haid/nifas, keluarnya air mani, bersenggama dan lain-lain.
Menurut H. Imam Masyhadi, dalam khotbah Jum'at berjudul "Lima Dosa yang Menghapus Pahala Puasa" yang diterbitkan dalam PDF di laman Kemenag Jatim, ada dosa tertentu yang dapat mengurangi pahala berpuasa.
Baca juga: 30 Link Twibbon Ramadan 2022, Dapat Dibagikan di WhatsApp dan Instagram
Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1443 H Jatuh Pada Sabtu 2 April 2022, Pemerintah?
Berikut ini daftarnya:
1. Berbohong
Orang yang sedang menjalankan ibadah puasa, namun melakukan kebohongan maka pahala puasanya akan berkurang.
Orang berbohong adakalanya hanya untuk iseng, untuk mempermudah urusan dan menghindari pertanyaan- pertanyaan yang tidak penting.
Hal ini dikarenakan berbohong dapat menyebabkan sesuatu yang buruk.
Ada pula berbohong untuk mencari keuntungan, atau tidak mendapatkan keuntungan tetapi mengakibatkan kerugian orang lain.
2. Ghibah
Ghibah atau menggunjing adalah perbuatan menceritakan orang lain tentang perkataannya, perbuatannya atau keadaan pribadinya.
Adapun isi cerita itu benar-benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Jika yang diceritakan itu tentang kebaikannya atau hal-hal yang tidak membuatnya sakit hati, gunjingan ini boleh dan tidak berdosa, seperti menceritakan tentang kelucuan, kecerdikan dan sebagainya.