Kemendag Sebut Minyak Goreng Tak Langka di Pasaran, Ini Alasannya

Minyak goreng hilang, pemerintah klaim dan Menampik isu tersebut degan mengatakan jika minyak goreng ada di pasaran.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Minyak goreng di lapak Nurlina, pedagang di Pasar Baru Mamuju, Jl Abdul Syakur, Mamuju, Sabtu (22/1/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menampik adanya kelangkaan minyak goreng di pasaran.

Oke Nurwan selaku Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag menyampaikan bahwa yang menjadi kericuhan di tengah masyarakat dan dicari adalah minyak goreng murah yang sesuai dengan ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Minyak goreng ini enggak langka, tersedia hanya saja masalah yang dituntut di masyarakat itu adalah mana minyak goreng yang harganya Rp 14.000, mana yang Rp 13.500, dan mana yang Rp 11.500," ucap Oke Nurwan, dikutip tim Tribun-Sulbar.com dari Kompas.com.

"Jadi kalau mau nyari minyak goreng sebenarnya ada, minyak goreng mahal itu kalau dicari dimana-mana ada, pasti ada tapi yang ribut itu kan mana minyak goreng murahnya," tambahnya.

Dirinya menjelaskan, secara prinsip minyak goreng yang saat ini beredar adalah minyak goreng yang sudah dikategorikan murah.

Multi Mas, salah satu merek minyak goreng kemasan baru beredar di Pasar Sentral Majene
Multi Mas, salah satu merek minyak goreng kemasan baru beredar di Pasar Sentral Majene (Tribun-Sulbar.com/Masdin)

Baca juga: Gudang Minyak Goreng Curag Disegel Polisi, Disdag Mamuju: Melanggar Hukum

Baca juga: Jual Diatas Harga HET, Gudang Minyak Goreng Curah di Mamuju Disegel Polisi

Pasalnya, terhitung sejak 14 Februari 2022 lalu pihak Kemendag sudah mendistribusikan minyak goreng murah sebanyak 377 juta liter.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendistribusikan minyak goreng tersebut ke 34 Provinsi di Tanah Air.

Hanya saja, dalam sistem pendistribusian dan aliran minyak goreng mengalami hambatan karena adanya oknum nakal yang menimbun minyak goreng.

"Ini irigasinya enggak lancar, kalau diilustrasikan sebenarnya alirannya untuk desa-desa eh malah ke kota, ada juga yang mungkin aliran distribusinya atau irigasinya dibukanya kecil-kecil ya ini dengan artian bahasa nimbun," terangnya.

Dirinya juga menjelaskan, dalam pendistribusian minyak goreng untuk sampai ke tangan masyarakat memiliki banyak proses.

Lalu yang menjadi permasalahannya adalah belum sampai ke konsumen akhir, malah ada oknum yang masuk untuk mempermainkan harga.

Oleh karena itu, Oke Nurwan menyampaikan, pemerintah bakal meminta menggelar pasar rakyat langsung dengan minyak goreng curah yang dibanderol Rp 11.500 per liter.

"Ini dulu yang kita prioritaskan supaya bisa mengurangi tekanan di ritel modern sambil membereskan aliran distribusi baik harga ataupun irigasi-irigasinya tadi," terangnya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved