Manakarra Fair Lolos Kurasi Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata

Dia merasa bersyukur, mengingat dari 319 Event yang diusulkan, dan yang diterima hanya 110 event.

Editor: Ilham Mulyawan
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Direktur Matos Veronica Wijaya saat ditemui di kantornya Jl Yos Sudarso Kelurahan Binanga, Mamuju, Senin (3/1/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Event Manakarra Fair lolos dalam kurasi tim kurator Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, dan masuk dalam 110 event terpilih dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022.

Veronica Wijaya, Conceptor & organizer Manakarra Fair mengatakan, even ini akan kembali dilaksanakan pada Juli 2022.

"Setelah mengikuti kurasi berkas, presentasi virtual dan baru saja diumumkan bahwa Manakarra Fair lolos kurasi Kharisma Event Nusantara 2022 oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," ujar Veronica, Selasa (1/3/2022).

Dia merasa bersyukur, mengingat dari 319 Event yang diusulkan, dan yang diterima hanya 110 event.

Manakarra Fair terpilih di KEN
Manakarra Fair terpilih di KEN

Tentunya dengan harapan event yang dipilih dapat menjadi jembatan peningkatan pariwisata di suatu daerah khususnya Mamuju.

"Konten acara pun akan dikurasi sehingga dapat menciptakan event kreatif dan dapat menggaet komunitas, stakeholder terutama wisatawan ke Mamuju," tambahnya.

Vero - sapaan akrabnya juga berharap event tersebut akan menjadi daya bangkit perekonomian di tengah pandemi covid 19.

"Tentunya sesuai dengan tujuan Kemenparekraf RI dengan memberikan stimulus sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yang berdampak pada terjaganya jumlah lapangan kerja, dan terpenuhinya kembali kebutuhan masyarakat akan hiburan di berbagai daerah di Indonesia secara umum, dan Mamuju secara khusus," terangnya lagi.

Apa Itu KEN?

KEN merupakan upaya strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, dalam rangka mempromosikan kekayaan tradisi, budaya, serta sumber daya alam Indonesia kepada wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

Agar dapat lolos dalam KEN, event harus memenuhi beberapa aspek, yaitu aspek kreativitas berbasis teknologi digital dan inovasi, Aspek kolaborasi berbasis potensi lokal (local wisdom) dan Pemberdayaan masyarakat (empowering), serta aspek adaptasi yang berbasis protokol CHSE.

Penyusunan KEN 2022 dimulai dari pengumpulan event usulan dan presentasi dari 34 provinsi, proses kurasi, survei lokasi, dan pembahasan formulir usulan event.

Pembahasan dilaksanakan oleh Tim Kurasi yang telah dibentuk oleh Kemenparekraf RI. Setelah proses kurasi selesai, usulan event yang lolos akan masuk dalam Launching KEN 2022.

Pada saat proses kurasi, masing-masing Pemerintah Daerah Pengusul memberikan paparan di hadapan tim kurasi dengan durasi 10 menit, yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kabupaten Lamandau, yang dalam hal ini diwakili oleh dinas yang membidangi Kebudayaan dan Pariwisata berhasil memaparkan aspek-aspek lebih dari kedua Festival budaya tersebut, sehingga kemudian dapat diterima untuk masuk ke dalam KEN 2022. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved