Sulbar Tertinggi Diare

Sulbar Tertinggi Penyakit Diare dan Cacingan, Jayadi: Menjadi Atensi, Kita Evaluasi Dinas

"Sudah pernah kita warning agar ini menjadi perhatian serius, angka stuntingnya sempat turun, tapi masih ada aspek lain belum disentuh," kata Jayadi.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Kemenkes
Data Kemenkes RI soal hasil survey data balita seluruh Indonesia. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Muhammad Jayadi turut memberikan komentar tekait Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi urutan pertama tinggi angka penyakit Diare dan Cacingan kepada balita.

Menurutnya, ini sudah pernah diwarning kepada Dinas Kesehatan Sulbar terkait tingginya angka stunting di Sulbar.

"Sudah pernah kita warning agar ini menjadi perhatian serius, angka stuntingnya sempat turun, tapi masih ada aspek lain belum disentuh," kata Jayadi, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamsi (10/2/2022).

Seperti, asupan gizi bagi balit dan ibu hamil juga mestinya menjadi perhatian.

Baca juga: DATA Balita Diare & Cacingan 2021 di Indonesia, Sulbar Nomor Satu

Baca juga: Sulbar Tertinggi Penyakit Diare dan Cacingan, Agus Triwinarto: Inilah Sebabkan Stunting Tinggi

Data Kemenkes RI soal hasil survey data balita seluruh Indonesia.
Data Kemenkes RI soal hasil survey data balita seluruh Indonesia. (Kemenkes)

"Kita akan terus melakukan evaluasi, karena sangat memalukan jika dua kasus ini tidak bisa kita atasi secara bersama," ungkap Jayadi.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulbar ini juga mengungkapkan dua penyakit ini tentu akan mempengaruhi angka stunting akan naik terus.

Makanya, pihaknya akan kembali melakukan monitoring serta evaluasi kepada Dinas Kesehatan Sulbar sebagai mitra kerjanya.

"Harus ada atensi khusus, karena ini kerjabersama. Sehingga koordinasi tingkat pusat, provinsi, kabupaten hingga tingkat desa harus jalan," bebernya.

Paling tidak, harus dilakukan sosialisasi lebih intens ke bawah.

Termasuk, bantuan kepada masyarakat khususnya pada ibu hamil dan balita harus diperhatikan.

"Dana anggaran kesehatan kita lebih 10 persen dari total APBD Pemprov. Jadi jangan disalahgunakan," ujar Ketua Percasi Sulbar ini.

Karena munculnya penyakit kepada balita mungkin tidak tahuan masyarakat.

Ditambah, kurangnya sosialisasi serta bantuan harus diperbanyak.

"Jadi ini akan kita atensi kembali dan mengevaluasi kinerja Dinas terkait," tandasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved