Mappande Sasi
APA Itu Mappande Sasi? Ritual Tahunan Nelayan Polewali Mandar
Ritual Mappande sebagai bentuk rasa syukur para warga setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Masyarakat-nelayan-Desa-Galung-Tulu-gelar-ritual-tradisi-sebelum-pesta-nelayan.jpg)
TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Mappande Sasi, sebuah tradisi nelayan di pesisir Pantai Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Tak hanya nelayan di Galung Tulu, hampir masyarakat nelayan di Polman melaksanakan tradisi tahunan ini.
Ritual Mappande sebagai bentuk rasa syukur para warga setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
Baca juga: Wujud Rasa Syukur, Nelayan di Galung Tulu Polman Gelar Tradisi Mappande Sasi
Baca juga: Lestarikan Tradisi, Nelayan Galung Tulu Polman Gelar Ritual Sebelum Pesta Nelayan
Mappande Sasi dilakukan secara bersama-sama.
Ditandai dengan melarung sesajeng ke laut.
Mappande Sasi selalu diawali dengan doa bersama di rumah nelayan.
Doa bersama, menyiapkan aneka makanan.
Aneka makanan disiapkan berupa buah pisang, kelapa, ayam panggang, nasi ketang (songkolo) empat warna, dan beberapa jenis kue tradisional lainnya.
Setelah melarung sesajen, warga mengambil air menggunakan baskon dan ember.
Air laut biasa dipakai menyiram perahu para nelayan.
Sebagai penutup, warga kemudian menyantap makanan bersama di tepi pantai untuk mempererat tali persaudaraan.
Menurut warga setempat acara Mappande Sasi sebagai upaya menolak bala.
Sekaligus ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta atas berkah yang melimpah utamanya dari laut.
Mappande sasi merupakan tradisi dari leluhur atau nenek moyang yang sudah digelar warga setempat secara turun temurun.
"Ini sudah turun temurun, mulai dari nenek hingga sekarang, " kata Abu Bakar dengan bahasa Mandar. (san)