Jumat, 10 April 2026

Mappande Sasi

APA Itu Mappande Sasi? Ritual Tahunan Nelayan Polewali Mandar

Ritual Mappande sebagai bentuk rasa syukur para warga setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto APA Itu Mappande Sasi? Ritual Tahunan Nelayan Polewali Mandar
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Masyarakat nelayan Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menggelar ritual sebelum pesta nelayan, Kamis (10/2/2022). 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Mappande Sasi, sebuah tradisi nelayan di pesisir Pantai Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Tak hanya nelayan di Galung Tulu, hampir masyarakat nelayan di Polman melaksanakan tradisi tahunan ini.

Ritual Mappande sebagai bentuk rasa syukur para warga setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.

Baca juga: Wujud Rasa Syukur, Nelayan di Galung Tulu Polman Gelar Tradisi Mappande Sasi

Baca juga: Lestarikan Tradisi, Nelayan Galung Tulu Polman Gelar Ritual Sebelum Pesta Nelayan

Mappande Sasi dilakukan secara bersama-sama.

Ditandai dengan melarung sesajeng ke laut.

Mappande Sasi selalu diawali dengan doa bersama di rumah nelayan.

Doa bersama, menyiapkan aneka makanan.

Aneka makanan disiapkan berupa buah pisang, kelapa, ayam panggang, nasi ketang (songkolo) empat warna, dan beberapa jenis kue tradisional lainnya.

Setelah melarung sesajen, warga mengambil air menggunakan baskon dan ember.

Air laut biasa dipakai menyiram perahu para nelayan.

Masyarakat yang bermukim di pesisir Pantai Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menggelar ritual
Masyarakat yang bermukim di pesisir Pantai Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menggelar ritual "Mappande Sasi", Kamis (10/2/2022). (Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri)

Sebagai penutup, warga kemudian menyantap makanan bersama di tepi pantai untuk mempererat tali persaudaraan.

Menurut warga setempat acara Mappande Sasi sebagai upaya menolak bala.

Sekaligus ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta atas berkah yang melimpah utamanya dari laut.

Mappande sasi merupakan tradisi dari leluhur atau nenek moyang yang sudah digelar warga setempat secara turun temurun.

"Ini sudah turun temurun, mulai dari nenek hingga sekarang, " kata Abu Bakar dengan bahasa Mandar. (san)

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved